Mayang Sari, Putri Raja Banjar yang Bermakam di Bartim

0
32
Idawati Atau Mama Petros (Kiri) Penjaga Makam Putri Mayang
LAYANG — Siapa yang tak kenal putri dari Kerajaan Banjar, dia adalah Putri Mayang Sari yang merupakan anak perempuan dari Raja Mata Habang (Raja Mata Merah) atau yang dikenal dengan nama Raja Banjar Sultan Suriansyah.
Mengapa seorang Putri dari Kerajaan Banjar dimakamkan di Jaar, Tamiang Layang Kabupaten Bartim? Berikut hasil petikan M Jaya, Koresponden Metro7 di Tamiang Layang saat melakukan konfirmasi dengan Seto Lansai ditemani Idawati atau mama Petros, sang penjaga sekaligus juru kunci makam Putri Mayang Sari.
Pada abad ke 14–15, di wilayah Barito (sekarang Kabupaten Barito Timur) ada keturunan Dayak yang terbagi atas Dayak Kampung Sepuluh, Dayak Benua Lima, Dayak Lawangan dan Dayak Paju Epat. Di antara keturunan Dayak ada garis keturunan yang disebut Uria atau Oring Kaya/terhormat.
Garis Uria tersebut tidak jatuh pada keturunan Dayak Kampung Sepuluh, Dayak Lawangan atau pun Dayak Paju Epat, melainkan hanya pada Dayak Benua Lima. Keturunan Uria terdiri dari dua orang Dayak Benua Lima yang bernama Uria Mapas Negara dan Uria Rinyam.
Dulu keduanya hidup akur, rukun dan damai. Namun dalam perjalanannya terjadi perselisihan paham kepercayaan (anutan) dalam adat Kaharingan., sehingga, Uria Rinyam kemudian memilih bermukim di wilayah Kampung Dayak Paju Sepuluh (Sekarang Desa Dayu Kecamatan Karusen Janang) dengan membawa adat istiadat kepercayaan. Walaupun ada di antara keduanya beberapa benda pusaka yang sama dan kesamaan adat seperti Abeh dan Batu Maruken.
Setelah tumbuh besar di Kampung Dayu, Uria Rinyam yang berwajah rupawan merantau dan bekerja di Kerajaan Banjar Kayu Tangi (sekarang Banjarmasin, Provinsi Kalsel). Uria Rinyam pada akhirnya dipercaya Raja Banjar, Sultan Suriansyah sebagai pembantu/pengawal kerajaan.
Segala urusan Kerajaan Banjar dipercayakan kepadanya. Ini karena pengabdian Uria rinyam yang setia kepada Raja Banjar. Namun, kepercayaan Raja Banjar yang memiliki panggilan Raja Mata Habang kepada Uria Rinyam buyar seketika konon saat mengetahui istrinya memiliki hubungan khusus dengan Uria Rinyam.
Hubungan Uria Rinyam dengan sang istri Raja Banjar itu terjadi disebut-sebut karena ketampanan  wajah Uria Rinyam yang membuat takjub sang Permaisuri. Sedangkan Uria Rinyam sendiri tak bisa menahan diri karena sering datangnya godaan–godaan dari istri Raja Mata Habang.
Sultan Suriansyah dikenal sebagai Raja yang sering bepergian ke berbagai wilayah Kerajaan di hulu Barito (sekarang Muara Teweh Kabupaten Barito Urata dan Puruk Cahu, Kabupaten Murung Raya) untuk urusan kerajaan. Karena sering bepergian, terciptalah kesempatan antara Uria Rinyam dan Ratu Galuh Banjar sering bertemu sehingga hubungan mereka kian erat. (bersambung) Metro7/M Jaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here