Polisi Bubarkan Remaja yang Nyaris Tawuran

0
26
BANJARMASIN – Puluhan remaja nyaris tawuran di Taman Kamboja Banjarmasin, Minggu (14/5/2017) pagi kemarin.Beruntung hal itu bisa dicegah cepat oleh jajaran Polsek Banjarmasin Tengah (Polsek Banteng) yang cepat tanggap.
Melihat situasi yang kurang kondusif dan sudah memanas di TKP, jajaran Polsekta Banjarmasin Tengah, gabungan dari beberapa unit fungsi langsung ambil sikap.
Kelompok remaja yang nyaris tawuran dibubarkan jajaran Polsekta Banjarmasin Tengah yang kala itu sedang melakukan patroli rutin.
Polisi langsung singgah dan mendekat ke kerumunan remaja yang nyaris tawuran. Melihat kedatangan polisi, remaja yang tadinya nyaris tawuran langsung lari kocar-kacir.
Diketahui, 15 remaja juga sempat diamankan dari lokasi tersebut dan dibawa ke Mapolsekta Banjarmasin Tengah.
Pantauan ke Mapolsekta Banjarmasin Tengah, Minggu (14/5/2017) siang, 15 remaja yang tadinya diamankan nampak diberi pembinaan oleh aparat kepolisian.
Kala itu mereka dinasehati oleh Kanit Sabhara Polsekta Banjarmasin Tengah Ipda Abdurrahman.
Para remaja yang kebanyakan masih usia SMP itu hanya tertunduk malu dan tak banyak bicara saat dijumpai. Ditengarai, mereka nyaris berkelahi lantaran saling singgung dan pandang antar kelompok.
Terkait ini, Kapolsekta Banjarmasin Tengah Kompol Uskiansyah melalui Kanit Sabhara Ipda Abdurrahman menyebut 15 remaja yang pihaknya amankan itu nyaris tawuran di Taman Kamboja namun cepat dicegah.
“Kebetulan saat itu kami dari Polsek Banjarmasin Tengah sedang patroli rutin dan melihat di Taman Kamboja ada kelompok remaja yang nampak ribut-ribut. Nyaris saja tawuran, namun bisa kami cegah dan amankan 15 remaja dari lokasi tersebut,” kata Ipda Abdurrahman.
Dijelaskannya, Polsekta Banjarmasin Tengah memang ada patroli rutin antisipasi anak punk sekaligus cipta kondisi setiap malam Minggu hingga pagi Minggu.
“Remaja nyaris tawuran yang kami amankan ini, selanjutnya diberi pembinaan di Mapolsek. Didata dengan harapan tidak mengulangi lagi. Seterusnya diperbolehkan pulang jika dijemput orangtua atau walinya,” pungkas Kanit Sabhara. (metro7)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here