Program Sambungan PDAM Bersubsidi Terencam Berakhir

0
64

METRO7.CO.ID, Amuntai- Program sambungan air bersih subsidi atau lebih dikenal program Masyarakat Berpenghasilan Rendah
(MBR) yang kini tengah dijalankan oleh PDAM Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) terencam tidak bisa dilaksanakan.
Pasalnya, untuk pengusulan ke Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) harus membikin Peraturan Daerah (Perda) terkait peryertaan modal. “Perda peryertaan modal yang ada akan berakhir 2017 ini, jadi kalau mau mengusulkan program tahun berikutnya harus bikin perda baru kembali. Jika tidak, maka program sambungan air bersih subsidi tidak bisa dijalankan,” ujar Plt Direktur PDAM Amuntai Ir H Masrani, kepada wartawan saat ditemui di kantornya, Jumat (6/10/17).
Khusus program program sambungan air bersih subsidi yang dikhususkan bagi MBR sendiri, menurut Masrani, adalah pemasangan sambungan PDAM baru yang hanya dikenakan biaya sebesar Rp15.000.
Namun lanjut dia, syarat mau mendapatkan program MBR ini diantaranya masyarakat calon penerima program harus memiliki daya listrik Kwh maksimal 900 watt, kondisi rumah dan sesuai dengan usulan dari kepala desa yang telah diverifikasi dan ditandai dengan pasangan stiker.
“Terus masyarakat atau rumah calon penerima juga akan di survei oleh PUPR untuk ditentukan lagi, layak atau tidak menerima bantuan,” ujarnya
Jika proses ini sudah dilakukan, maka lanjut mantan Kepala Dinas PU HSU, baru dilakukan pemasangan sambungan PDAM.
“Jika semua proses sudah dilakukan, barulah pihak PUPR melakukan pembayaran melalui Pemkab HSU. Jadi prosesnya cukup panjang,” katanya
Program sambungan air bersih subsidi khusus bagi masyarakat berpenghasilan rendah sangat membantu, sebab pemasangan sambungan reguler non subsidi PDAM HSU bisa mencapai Rp 1 juta lebih, dengan rincian, harga meteran, pipa, kran dan upang pasang. (Metro7/Yusuf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here