Antara Kerja Keras Prajurit TNI dan Kurangnya Kesadaran Petani

0
78

METRO7. CO. ID, Marahahan — Kerja keras Korem 101/Antasari beserta jajarannya membackup penuh upaya optimalisasi lahan pertanian yang akan dijadikan tuan rumah peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) XXXVIII tingkat nasional tahun 2018 di kabupaten Barito Kuala Kalimantan Selatan terus dilakukan.

Komandan Korem (Danrem) 101/Antasari Kolonel Inf Yudianto Putrajaya pun barsama dengan Gubernur Kalimantan Selatan H Syahbirin Noor — Paman Birin — memberikan semangat dan motivasi kepada semua pihak yang terlibat khususnya para petani sendiri untuk bekerja semaksimal mungkin menyelesaikan target awal 240 hektar.

“Saya berharap apa yang sudah disepakati sesuai dengan hasil rapat koordinasi kemarin dilaksanakan, khususnya dalam mengejar pengerjaan dan penanaman bibit untuk 240 Hektar tahap awal ini,” pinta Putra.

Berdasarkan pemantauan Metro7, keseriusan TNI Korem 101/Antasari tidak main-main. Mereka betul-betul bekerja siang dan malam untuk mengejar target yang sudah direncanakan.

Tetapi justru para petani sendiri yang bekerja lambat, kesadaran para petani sangat rendah. Seperti diketahui satu orang petani mendapatkan 1,5 hektar lahan pertanian untuk dikerjakan, diolah menjadi lahan pertanian. Sementara dalam penggarapan dan pengolahan lahan itu mereka dibantu oleh prajurit TNI beserta kesediaan alat-alat berat.

Seperti yang terjadi Minggu (8/7/2018) kemarin. Dari pagi pasukan TNI sudah bekerja untuk menggarap lahan pertanian di desa Jajangkit Muara Kecamatan Jejangkit Batola. Tetapi hingga pukul 15.40 Wita tidak kelihatan batang hidung para petani disana.

Hal ini membuat geram Danrem dan meminta bupati, wakil bupati, camat dan kepala desa untuk turun memberikan motivasi kepada para petani.

“Kami TNI sudah bekerja luar biasa tanpa pamrih untuk pencapaian target ini, sementara petaninya sendiri yang malas datang menggarap lahannya,” tandas orang nomor satu di Korem 101/Antasari ini.

Menurut Putrajaya dirinya sudah memerintahkan seluruh kesatuannya untuk turun membantu masyarakat petani menggarap lahan-lahan yang menjadi lokasi pilot percontohan model pertanian terpadu dalam rangka peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) akan dilaksanakan di Desa Jejangkit pada Oktober 2018 mendatang.

“Saya sudah perintahkan prajurit TNI untuk membackup penuh mulai Babinsa, Danramil hingga Dandim demi suksesnya acara Hari Pangan Sedunia nanti, tapi kalau petaninya kurang sadar bagaimana ini,” keluhnya didepan Kepala desa Jejangkit Muara dan seorang petani pada saat melakukan monitoring Minggu (8/7/2018) kemarin.

Puluhan alat berat sudah bekerja diantaranya Ekskavator Pc 200 13 unit, ekskavator Pc 45 berjumlah 4 unit, dan ekskavator Pc 48 berjumlah 3 unit dan 52 unit hand traktor ada 52 unit. (Metro7/sari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here