25 Hektar Lahan Tak Terpakai Ditanami Padi Gogo

0
36

TANJUNG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabalong telah melakukan kerjasama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dibidang pertanian dalam rangka menunjang peningkatan ekonomi bagi rakyat petani di Kabupaten Tabalong.

Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani bersama pihak LIPI mengawali melakukan kegiatan perdana Tanam padi Gogo hasil riset LIPI di Desa Bintang Ara Kecamatan Bintang Ara.

Dilahan seluas 25 hektar yang ini adalah lahan bekas perkebunan yang tidak difungsikan lagi, dengan adanya kerjasana Pemkab Tabalong dengan LIPI, maka LIPI memanfaatkan lahan tersebut melalui pengembangan dua jenis varietas padi yaitu varietas Gogo Inpago LIPI Go 1 dan Inpago LIPI Go 2.

Dalam kegiatan itu Bupati Anang menyampaikan ucapan terimakasih kepada pihak LIPI atas kerjasama yang sudah terjalin dan tentunya dengan kerjasama dengan tujuan yang sama pula, yaitu bagaimana berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dan Insya Allah kedepannya LIPI dengan Pemkab Tabalong bisa terus terjalin dan terus berlanjut kerjasama yang lebih baik lagi.

Saya merasa sangat bersyukur karena sudah mendapat perhatian serta bantuan, mudah-mudahan dengan cara seperti ini kita dapat membangun sebuah kebersamaan.agar bidang pertanian di Kabupaten Tabalong semakin maju dan berkembang.
Sementara dari pihak LIPI Enny Sudarmonowari Selaku Deputy Ilmu Pengetahuan Hayati menjelaskan dari dua varietas padi Gogo yang dikembngkan oleh Pusat Penelitian Bioteknologi ini memiliki keunggulan dapat dipanen pada usia 110 atan sampai 113 hari sejak benih ditanam.

Selain itu lanjutnya Produktivitasnya cukup tinggi dengan potensi hasil rata-rata 4,5 ton gabah kering giling per hektar, selain itu varietas ini juga tahan terhadap penyakit blas dan cekaman alumunium yang sangat banyak ditemukan di Daerah-daerah di Indonesia termasuk juga di Kalimantan Selatan.

Ia menambahkan apa yang dilakukan LIPI di Desa Bintang Ara adalah merupakan bagian dari program integritas pertanian, terlebih-lebih semua program mulai dari pupuk, insektisida, bibit padi dan lahan semua disiapkan, kalau potensinya sangat baik sekali di Desa Bintang Ara termasuk lahannya yang sangat menunjang.

Kedepan bukan hanya padi, pupuk dan pertisida tetapi bagaimana masyarakat bisa menjadikan temuan riset LIPI ini dijadikan sebagai basis lokal.
Teknologi yang kami bawa dari LIPI menginginkan dari sini juga ada pupuk organik hayati yang staternya terdiri dari mikro organisne tanah yang berasal dari sini dipastikan akan lebih cocok yang nantinya bisa menularkan ke Daerah lain asalkan disesuaikan dengan lahannya.(metro7/via)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here