Sukses Bina Petani, Penyuluh jadi Ujung Tombak Keberhasilan

0
96

TAMIANG LAYANG – Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Barito Timur, Kalteng Riza Rahmadi mengatakan, sukses atau tidaknya Pertanian di kabupaten Barito Timur Kalteng khususnya di wilayah Kecamatan Pematang Karau ada di tangan Penyuluh Pertanian.

“Penyuluh pertanian menjadi ujung tombak keberhasilan pembangunan pertanian khususnya diKecamatan Pematang Karau,” kata Riza, Kamis (18/4/2019).

Menurutnya, keberadaan penyuluh pertanian yang terkadang mengorbankan waktu liburnya bersama keluarga dalam memberikan pendampingan kepada petani, patut mendapatkan apresiasi yang setinggi – tingginya.

Beberapa program Dinas Pertanian Bartim pun berhasil dilakukan karena etos kerja PPL berkolaborasi dengan dinas pertanian kabupaten Barito Timur Kalteng.

Berada di daerah potensi lahan pasang surut sungai dan lahan tadah hujan Desa Trans Sumberejo kecamatan Pematang Karau Kabupaten Barito Timur ternyata terbiasa membudidayakan Komoditi Hortikultura seperti kangkung cabut, aneka cabai, terong, tomat dan Komoditi Hortikultura lainnya.

Beberapa program pertanian pun berhasil dilakukan karena koordinasi yang baik antara penyuluh pertanian, Kelompoktani dan Dinas Pertanian kabupaten Barito Timur.

“Selain komoditi Hortikultura juga terdapat Komoditi perkebunan karet, kelapa sawit,Komoditi ternak sapi, kambing, ayam ras dan ayam buras,” ucapnya.

Dirinya mengakui keberadaan penyuluh pertanian merupakan salah satu faktor penting dalam keberhasilan program pertanian baik dari pemerintah pusat Kementrian Pertaanian sampai di tingkat pemerintahan daerah.

“Karya dari penyuluh sudah dapat dirasakan petani dalam bentuk bimbingan, pendampingan dan fasilitasi dalam mengembangkan aktivitas pertanian di semua komoditas serta diarahkan menuju korporasi petani ,” tutur kepala dinas pertanian Bartim didampingi Koordinator BPP Pematang Karau Bartim.

Lebih lanjut dirinya memaparkan, Penyuluh itu merupakan pekerjaan yang menyenangkan, karena bisa ketemu banyak petani dari berbagai wilayah binaan, berbagai macam suku bangsa.

“Dari situ kita dapat belajar banyak hal dari bertukar pengalaman bertukar pikiran berbagai ilmu dengan pengalaman dengan mereka. Interaksi dengan keluarga petani terkadang bukan sekedar urusan pekerjaan saja tetapi sudah seperti keluarga misalnya diundang di acara pernikahan, kenduren atau dalam bahasa daerah saruan,” jelasnya.

Pada akhirnya dengan adanya kegiatan Pendampingan seperti ini diharapkan mampu meningkatkan produksi dan produktivitas Komoditi pertanian serta semakin meningkat pendapatan petani menuju kesejahteraan dan menunjang Indonesia menuju lumbung pangan dunia 2045. (metro7/budi).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here