Home / Amuntai (HSU) / Kalimantan Selatan (Kalsel)

Rabu, 19 Maret 2014 - 08:01 WIB

11 Ribu Itik Alabio Mati Mendadak, Diduga Terinfeksi Flu Burung

Reporter : Koran Metro7 - Dibaca : 52 kali

Amuntai — Pemberitaan mengenai kembali maraknya wabah flu burung (Avian Influenza) berpengaruh besar terhadap usaha ternak itik Alabio. Harga anak itik turun masing-masing Rp 1000 per ekor. Kini anak itik jantan hanya Rp 3 ribu per ekor. Sedangkan itik betina kini hanya Rp 8 ribu per ekor.
Parahnya lagi, omzet penjualan juga mengalami penurunan secara drastis. Bukan hanya itik Alabio, penjualan ayam potong juga terpengaruh virus H1N1 ini.
“Sebelumnya saya sering membeli ayam potong, setelah mendengar maraknya di koran akan adanya berita tentang banyaknya unggas yang mati akibat flu burung, saya agak sedikit takut menkonsumsi ayam atau bebek,” kata Hidayati, pembeli ayam potong di Pasar Amuntai.
Hidayati juga menambahkan, walaupun untuk saat ini harga ikan agak sedikit mahal, ia lebih pilih mahal sedikit asalkan aman. “Semoga virus ini dapat cepat ditangani pihak yang terkait,” jelasnya.
Kabid Kesehatan Hewan Dinas Peternakan HSU, Drs I Gusti Putu Susila, menghimbau para pembeli dan pedagang lebih teliti memeriksa itik atau ayam potong. “Untuk penjual maupun pembeli agar memeriksa itik yang ada, dan untuk ciri itik yang terinfeksi bisa dilihat dari fisiknya,” katanya.
Itik atau ayam yang terinfeksi H1N1 terlihat kehitam-hitaman dan bola matanya agak buram. Sedangkan para pembeli itik untuk dimasak dan dijual kembali jangan dimasak setengah matang.
“Para penjual itik panggang tidak usah gelisah, apabila sudah ada memiliki itik potong dan tidak bisa dikenali bisa saja dimasak hingga matang dan juga untuk virus tersebut bisa mati apabila dimasak di suhu 80 derajat celcius, maka dari itu hendaknya berhati-hati apabila akan membeli itik.” tambahnya,
Sekedar diketahui, saat populasi itik Alabio di Kabupaten HSU tercatat sekitar 1.443.000 ekor. Berdasarkan data Dinas Peternakan setempat, sudah ada sekitar 11.204 ekor atau 0,8 persen yang mati mendadak dan diduga terinfeksi H1N1. (Metro7/Awir)

Share :