oleh

Inovasi Pertanian, Posyantekdes Buat Pupuk Organik dari Keong Mas

TAMIANG LAYANG – Pemerintah DesaTampa bersama Tim Posyantekdes perkenalkan cara pembuatan pupuk organik ramah lingkungan berbasis Mikro Organisme Lokal (MOL) kepada publik.

Perkenalan MOL tersebut digelar dalam kegiatan pelaksanaan Inovasi Desa di Rumah MOL Desa Tampa Kecamatan Paku, Bartim Rabu, (3/7).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Plt Camat Paku Paskahariady SSTP, tim TPID Kecamatan Paku, Tim Tenaga Ahli DPMD Kabupaten Bartim, perwakilan Kominfo Bartim, Kades Tampa Dubinata, pendamping desa, pendamping kecamatan dan tamu undangan lainya.

Paskahariady yang membuka kegiatan tersebut menyampaikan apresiasinya kepada Tim Posyantekdes dan jajaran SMKN 1 Paku yang sudah memperkenalkan inovasi kepada semuanya melalui pelaksanaan kegiatan ini.

“Ini adalah inovasi perwujudan tepat guna. Saya harap bukan hanya inovasi mekro ini saja, namun ada lagi inovasi lainya,” ucap Paskahariady.

Dirinya juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada pemerintah desa dan BPD yang telah mensopot dan memberikan dukungan baik secara moril maupun materil dalam pelaksanaan kegiatan ini.

“Saya selaku Plt Camat Paku begitu sangat mengapresiasi atas apa yang telah dilakukan oleh Posyantekdes Desa Tampa dan dari SMAN 1 Paku yang telah menciptakan inovasi seperti ini. Semoga dengan adanya MOL ini produksi perkebunan maupun pertanian para petani khusunya petani Desa Tampa lebih meningkat lagi,” katanya.

Sementara itu, Ketua TPID Kecamatan Paku Darma Putra Lomako sekaligus pemilik rumah MOL Desa Tampa mengatakan, pembuatan pupuk organik MOL tersebut yakni dari kiong mas, gula merah dan air cucian beras yang dipermentasikan.

“Kiong mas dan gula merahnya dihancurkan/ditumbuk halus – halus dan langsung diaduk dicampur semuanya dengan air cucian beras lalu dimasukan kedalam jeregen dan tunggu sampai 25 hari, setelah itu baru ambil airnya dan jadilah pupuk organik ramah lingkungan,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Posyantekdes Desa Tampa Korwino menambahkan, pengembangan untuk mengolah pupuk organik berbahan keong mas, gula merah dan air cucian beras ini hasil belajar sendiri.

“Selain mudah cara pembuatanya, MOL ini juga dapat menumpas hama dan menyuburkan berbagai tanaman seperti sayur, padi, bunga dan lainya. Cara menggunakanya cukup semprotkan saja tanaman atau apa yang mau dipupuk, hasilnya tidak kalah dengan pupuk yang dijual dipasaran yang harganya lebih mahal dari pada membuat MOL ini,” tuturnya.

Disisi lain, Kepala Desa Tampa Dubinata mengaku sangat bangga kepada Posyantekdes Desa Tampa yang mana telah memberikan inovasi dan kriatifitas dalam mengembangkan pupuk organik ramah lingkungan.

“Kita sangat bangga MOl dan beras merah Desa Tampa sudah masuk menu Nasional,” ucapnya.

Dirinya mengatakan akan selalu mendukung agar pengembangan MOl dan beras merah tersebut bisa lebih berkembang.

“Pasti kita dukung pengembanganya, selagi tujuannya sangat baik dan bermanfaat bagi masyarkat, khususnya masyarakat Desa Tampa. Buktinya kegiatan dan sarana prasaranya kita sudah anggarkan melalui APBDes 2019,” ucapnya. (metro7/budi).