Desa Membangun Negeri
Senin, 3 Agu 2015 03:01 WIB

Agar Tetap Tabah Dalam Menghadapi Cobaan, Karena Dibalik Musibah Pasti Ada Hikmahnya

Reporter :  Koran Metro7
MARABAHAN – Musibah kebakaran yang terjadi di Kecamatan Tamban, Desa Jelapat I RT 17, Kabupaten Batola, sabtu (11/7) lalu, tak hanya mengundang simpatik para darmawan saja, tetapi juga menjadi perhatian khusus bagi para anggota TP PKK Kabupaten Batola.   
Buktinya, belum lama tadi ketua TP PKK Kabupaten Batola Hj Noormiliyani AS SH menyempatkan diri untuk menjenguk para korban musibah kebakaran tersebut. Tak hanya berkunjung, istri Bupati Batola H Hasanuddin Murad itu juga menyerahkan bantuan kepada para korban bencana kebakaran tersebut.
Selain itu juga Kepada para korban bencana kebakaran tersebut, Hj. Noormilyani berpesan agar mereka yang mendapatkan musibah agar tetap tabah dalam menghadapi berbagai cobaan yang terjadi.
“Musibah harus kita terima dengan lapang dada, siapapun tidak ingin mendapatkan musibah. Tapi dibalik musibah ini pasti ada hikmahnya,” ujarnya.
Lebih lanjut Noormiliyani mengatakan, bantuan yang diberikan ini merupakan bentuk kepedulian jajaran TP PKK Kabupaten Batola, BPBD kabupaten Batola dan Dinas Sosial kabupaten Batola, agar kesulitan yang kini dialami para korban musibah kebakaran dapat lebih ringan. “Bantuan yang kami berikan ini berupa pakaian untuk anak sekolah dan sembako,” katanya.
Dalam kunjungan tersebut, dihadiri Wakil Ketua TP PKK II Hj Sri Wahyuningsih Supriyono dan para kader PKK, Kepala Dinas Sosial Fuad Syech dan kepala BPBD kabupaten Batola, kepala Desa Jelapat I, H Hanafi  menyatakan rasa terima kasih kepada TP PKK kabupaten Batola, BPBD dan Dinas sosial kabupaten batola yang telah membantu meringankan beban para korban musibah kebakaran.
Seperti diketahui, Sabtu dinihari sekitar pukul 03.00, warga Desa Jelapat I RT 17, Kecamatan Tamban mendadak geger. Pasalnya, tiba-tiba saja api melalap pemukiman warga setempat. Setidaknya, ada 3 buah rumah yang habis diamuk sijago merah. Untungnya, tidak ada korban jiwa dalam musibah saat itu. Diduga, api berasal dari konsleting listrik salah satu rumah tersebut. Kerugian ditaksir ratusan juta rupiah.(metro7/humpro-batola)

CLOSE