oleh

Bantu Petani Bercocok Tanam Lewat Program Optimalisasi Lahan

 
Murniati
MARABAHAN – Dinas Pertanian, Tanaman Pangan & Hortikultura Kabupaten Barito Kuala melalui  Bidang Prasarana dan sarana pertanian (PSP) pada tahun ini, telah memprogramkan optimalisasi lahan dengan tujuan agar membantu para petani dalam meningkatkan hasil potensi lahan pertanian yang dimiliki oleh para petani.
       “Yang dulunya hanya 1 kali panen dalam setahun, sekarang bisa menjadi dua bahkan ada yang sudah 3 kali panen dalam 1 tahunnya, memang program optimalisasi lahan tersebut merupakan program tahunan oleh dinas pertanian karena pemerintah selalu memotivasi para petani kita agar bisa meningkatkan hasil panennya, dengan memanfaatkan lahan petani untuk ditanam padi unggul agar petani bisa menanam padinya dua bahkan tiga kali dalam satu tahunnya, sehingga tingkat kesejahteraan para petani pun bisa meningkat,”ungkap Kadis Pertanian Tanaman Pangan & Hortikultota Kab Batola Ir. Zulkipli Yadi Noor. M.sc melalui Kabid PSP Prasarana dan Sarana Pertanian Murniati belum lama tadi.
      Dia juga menambahkan untuk tahun 2015 ini, kurang lebih 3000 hektar lahan yang dikerjakan oleh para petani untuk program optimalisasi lahan yang tersebar di Kabupaten Batola. sedangkan untuk kucuran dana langsung masuk ke rekening kelompok para petani masing-masing setelah itu kelompok membagi kepada para anggota kelompoknya untuk digunakan dalam pengolahan lahan serta  pupuk sedangkan untuk bibit swadaya dari para petani.  
Nawing
      Masih kata Murni bagi para petani yang mendapatkan program optimalisasi lahan bisa langsung dimasukkan ke asuransi pertanian, agar lahan yang diolah untuk bercocok tanam mendapatkan perlindungan asuransi, sehingga nantinya kalu para petani gagal panen atau rusak karena serangan penyakit serta musibah alam atau bencana lainnya, bisa dilaporkan ke pihak asuransi untuk diklim kerugian yang alami para petani dan pihak asuransi pun bisa menghitung berapa yang dikeluar kepada para petani tersebut, sesuai dengan realita yang ada dilapangan.
       “Untuk biaya perhektar lahan yang ditanam, asuransinya Rp 180.000 tetapi karena dapat subsidi dari Pemerintah sebesar Rp. 154.000 perhektarnya, sehingga para petani kita baru membayar kurang lebih Rp. 34.000 perhektar lahan yang ditanam atau Rp. 1000 perborongannya,”tambahnya.
         Selain itu Ketua Kelompok Tani Citra Ray 17  Desa Belandean Dalam . Nawing  mengatakan dia sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pemerintah melalui Dinas Pertanian, karena telah memberikan bimbingan serta pelatihan dan motivasi semangat kepada para petani dalam bercocok tanam, sehingga para petani sangat terbantu  melalui program tersebut.
          Karena tahun ini, kelompok yang dia pimpin telah mendapatkan program optimalisasi lahan dari Dinas Pertanian Kabupaten Batola dengan hamparan kurang lebih 70 hektar yaitu Ray 8 dan Ray 9 Desa Belandean Dalam Kecamatan Alalak dengan sistim tugal.
           “Dalam menjalankan program tersebut, kami sepakat menjalankan prosuder sesuai dengan arahan serta petunjuk oleh para penyuluh maupun Mantri tani dan pihak Dinas Pertanian yang selalu mendampingi serta memberikan motivasi bagi kami para petani dalam mengolah lahan dan bercocok tanam yang baik dan benar,” ungkap Nawing. (metro7and/war)