oleh

Batola Tuan Rumah Pekan Imunisasi Nasional

MARABAHAN – Satu lagi kemajuan yang ditunjukan oleh Kabupaten Batola di tahun 2016 ini. Kali ini Kabupaten berjuluk Bumi Ijejela ini terpilih sebagai daerah pencanangan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.
Tak hanya itu, dalam rangkaian kegiatan tersebut, juga dilaksanakan Rakor Bidang Kesehatan tingkat Provinsi Kalsel, di Pendopo Bahalap, Kantor Bupati Batola, Kamis (3/3/2016).
Pencanangan kegiatan PIN tersebut, secara perdana dilakukan oleh Bupati Batola, H Hasanuddin Murad, dan Ketua TP PKK Kabupaten Batola, Hj Noormiliyani AS SH, kemudian dilanjutkan oleh Wakil Bupati Batola, H Ma’mun Kaderi, dan Hj Fauliah Ma’mun Kaderi.
Untuk kegiatan PIN serentak yang akan dilaksanakan pada 8-15 Maret 2016 ini, Kabupaten Batola telah mendata peserta yang akan mengikuti  kegiatan PIN yakni sebanyak 38.756 balita.
Sedangkan untuk petugas kesehatannya telah disiapkan sebanyak 996 orang, ditambah 1.360 orang dari kader kesehatan, dengan jumlah Pos PIN sebanyak 400 unit yang tersebar di 17 kecamatan.
       “Menurut H Hasanuddin Murad, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan di Kabupaten Barito Kuala masih cukup rendah, bahkan, lanjutnya tak sedikit masyarakat saat ini yang menggunakan jasa non petugas medis bila mengalami sakit,”ungkapnya.
Karena bila sakit masyarakat memahaminya tidak dengan cara medis, yang terjadi malah mereka berobat ke paranormal. Pemahaman yang seperti ini yang harus bisa disikapi oleh petugas medis kita, sehingga dapat merubah pola pikir masyarakat, khususnya di Kabupaten Batola, ujarnya saat menyampaikan sambutannya.
Selain itu juga, orang nomor satu di Bumi Ijejela ini juga menyinggung tentang kesadaran para petugas medis saat memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Katanya, saat ini masih ada petugas medis yang melayani masyarakat dengan menggunakan teknik birokrasi yang berbelit-belit.
Untuk itu, harapkannya, pelayanan kesehatan terhadap seluruh lapisan masyarakat tidak ada lagi menggunakan birokrasi yang dapat menyulitkan masyarakat berobat.
“Cara-cara pelayanan kesehatan dengan menggunakan birokrasi itu harus ditinggalkan. Jangan sampai ada masyarakat yang ingin berobat terbengkalai hanya karena prosedur birokrasi,” harapnya.
Dalam kegiatan yang dihadiri oleh seluruh Kepala Dinkes se Kalsel dan Direktur RSUD se-Kalsel itu, Hasanuddin mengimbau, agar para insan kesehatan itu bekerja dengan sungguh-sungguh dan melayani masyarakat dengan baik, dia juga menghimbau  agar para petugas medis bekerja sesuai dengan sumpah dan janjinya sebagai PNS dan sebagai petugas medis,” pungkas Hasanuddin. (metro7/humpro-batola)