Desa Membangun Negeri
Sabtu, 3 Jul 2021 20:43 WIB

Belanja Covid-19 2020 Kota Singkawang Disorot

Reporter :  Hamdani - Kota Singkawang, Kalimantan Barat
Editor :  Koran Metro7

 

SINGKAWANG, metro7.co.id – Em Abdurrahman selaku ketua LSM Fatwa Langit sekaligus Ketua harian partai Golkar Kota Singkawang, merespon komentar yang dilontarkan praktisi hukum sekaligus pengamat pemerintahan dan pembangunan Kota Singkawang, Ridha Wahyudi, SH.

Disampaikan oleh Em Abdurrahman melalui via WhatsApp kepada media Metro7.co.id, bahwa apa yang disampaikan terkait realisasi Belanja Tidak Terduga (BTT) Covid-19 tahun 2020 sangat menggelikan, Sabtu (3/7/2021).

“Bung Ridha Wahyudi itu senior saya. Andai yang dikatakan beliau terkait realisasi BTT Covid-19 tahun kemarin itu akurat dari pihak pemerintah, dalam hal ini Wali Kota Singkawang selaku ketua gugus tugas penanggulangan Covid-19 tentunya itu sangat mengelikan,” ungkap Em Abdurrahman.

Lanjutnya Abdurrahman, ambil contoh realisasi BTT penanggulangan Covid-19 Kota Singkawang untuk item rapid tes. Pembelian rapid tes RSUD dari Abdul Aziz, total nilai Rp1,6 miliar atau setara 100 ribu pcs alat rapid tes itu tidak logis.

“Jadi lucu, dibagi saja Rp1,6 miliar itu dengan 100 ribu pcs, berarti harga rapid tes cuma Rp16 ribuan per satuanya. Coba lihat katalog alkes, berapa satuan harga rapid tes termurah, itu saya bilang sangat tidak logis. Makanya wajar saja setiap warga yang rapid tes itu mayoritas reaktif, lha alat tesnya murahan gitu. Termasuk 100 ribuan alat rapid tes yang dibeli jika sekarang total orang Singkawang ada 250 ribuan jiwa, artinya sudah memenuhi setengah keperluan dari penduduk kita. Lha barangnya di faskes Abdul Aziz dan puskesmas itu yang ada juga minus. Ini fakta, makanya saya bilang sangat tidak masuk akal,” terang Em Abdurrahman.

Halaman: 1 2 3

 
CLOSE
block id 11401 site metro7.co.id1 - PC 800x220px 4x1_ Mob 414x400px 2x2
Lewat ke baris perkakas