Desa Membangun Negeri
Sabtu, 17 Okt 2020 22:15 WIB

Biarkan Publik ‘Mencuri’ Ilmu di Perpustakaan

Reporter :  Robert Perkasa - Kab. Manggarai Barat – NTT

Oleh : Sil Joni *)

Untuk apa kita mengoleksi buku dalam jumlah yang banyak di perpustakaan jika tidak dibaca? Buku-buku itu bukan perabot hiasan di rak-rak perpustakaan, tetapi menu intelektual yang bergizi tinggi untuk disantap. Untuk itu, para pustakawan termasuk birokrat yang bekerja di ruang Kearsipan dan Perpustakaan mesti gencar dan kreatif ‘mengajak’ publik untuk melahap hidangan rohani yang tersaji dalam aneka pustaka bermutu tersebut.

Para petugas perpustakaan Daerah misalnya, harus cerdas mendesain dan mengkreasi ruang dan peluang agar publik tertarik untuk ‘mencicipi’ aroma intelektual dalam lingkungan perpustakaan itu. Tugas mereka tidak hanya sebatas memajang dan menjaga kebersihan buku-buku itu, tetapi mendorong lahirnya budaya literasi melalui serangkaian program yang memungkinkan publik untuk mengoptimalkan fungsi dari perpustakaan tersebut.

Saya berpikir, sudah saatnya ‘Perpustakaan Daerah’ dijadikan ‘lokus persemaian dan penumbuhan benih literasi bagi publik Mabar. Untuk itu, kita mesti pastikan bahwa gedung itu bebas ‘dimasuki’ oleh para ‘pencuri ilmu’. Akses untuk merasakan pesona intelektual dalam ruangan itu mesti dibuka secara lebar dan merata. Biarkan publik dengan leluasa ‘mencuri’ aneka mutiara ilmu pengetahuan.

Halaman: 1 2 3 4

CLOSE