Desa Membangun Negeri
Kamis, 19 Sep 2019 15:21 WIB

Bidik Pelaku Karhutla di Tala, Polres dan Kejari Jalin Kerjasama

Reporter :  Koran Metro7

PELAIHARI –Tingginya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Selatan, membuat pemerintah setempat bergerak cepat.

Tak hanya melakukan pemadaman, langkah penting lainnya adalah menegakan aturan hukum.

Salah satunya yang dilakukan Kepolisian Resort Tanah Laut, yang menggandeng Kejaksaan Negeri setempat untuk mempercepat proses hukum bagi pelanggaran Karhutla.

Kesepakatan pun dibuat dalam nota kesepahaman melalui Memorandum of Understanding (MoU), Nomor B/728/IX/HUK8.1.1/2019 dan Nomor B-1348/O.3.18/9/2019 yang ditanda tangani oleh Kapolres Tala AKBP Sentot Adhi Dharmawan SIK bersama Kepala Kejari Tala Abdul Rahman, tentang penangangan perkara tindak pidana Karhutla.

Melalui nota kesepahaman ini, maka kedua instansi tersebut akan lebih mempercepat upaya proses pemberkasan perkara, salah satunya membuat tim khusus penegak hukum Karhutla (Gakkum) Karhutla.

Pembentukan sendiri sebagai bagian proses dalam penanganan perkara akan lebih cepat dari proses sebelumnya yang konvensional tanpa adanya Mou tersebut.Kasat Reskrim Polres Tala AKP Alfin Agung mengatakan, dengan keterlibatan langsung dari pihak kejaksaan turun ke lapangan atau lokasi kejadian perkara, maka akan mempercepat proses pelimpahan berkas. Sehingga tidak memerlukan waktu lama untuk dipersidangkan.

Salah satu contoh perkara yang dihadapi adalah peristiwa kebakaran hutan dan lahan ( Karhutla) di Kelurahan Sarang Halang Kecamatan Pelaihari yang mengancam jaringan Saluran Umum Tegangan Tinggi (SUTET).

Tim Kejaksaan Negeri dan Polres pun turun ke lapangan guna melihat langsung ke lokasinya. Keberadaan petugas gabungan ini sendiri memudahakna proses pengumpulan data, informasi, penyebab karhutla, dampak Karhutla dan ke pemilikan lahan.

“Proses ini akan membuat pemberkasan jadi tidak panjang lagi,” ucap Alfin Agung, saat di lokasi Karhutla Kelurahan Sarang Halang, Selasa (17/9).

Hal senada juga disampaikan oleh Kasi Pidum Kejari Tala Agung Wijayanto, Rabu (18/9). Menurutnya dengan adanya nota kesepahaman ini untuk membentuk Gakkum Karhutla, maka jajarannya akan memproses lebih cepat lagi, karena secara bersama-sama memiliki satu visi dan misi dalam percepatan penyelesaian perkara Karhutla.

“Nanti jajaran saya akan menunjuk secara khusus dalam penyelesaian Karhutla ini, tanpa harus berlama-lama.” ungkapnya.

Peninjauan tim ke lapangan akan memudahkan mereka menerapkan pasal yang akan diberikan kepada pelaku, karena dengan cepat mengetahui status lahan tersebut yang terbakar, sehingga saat pemberkasan akan berjalan lancar. Dipastikan tidak ada lagi pengembalian berkas perkara akibat kekurangan.

“Inilah salah satu strategi kita, agar memahami masalah perkara dan menerapkan pasal terhadap perkara yang dihadapi,” ujarnya. (metro7/nrl)

 
CLOSE
Lewat ke baris perkakas