Home / Kalimantan Timur (Kaltim) / Balikpapan / Pendidikan

Sabtu, 11 Juli 2020 - 13:17 WIB

Bikin Kompos, Siswa SMKN 6 Balikpapan Pakai Metode Takakura

Reporter : M Khairil Ismitullah - Uploader - Dibaca : 15 kali

 

BALIKPAPAN, metro7.co.id – Siswa SMKN 6 Balikpapan, Kalimantan Timur belajar membuat kompos dengan metode Takakura dalam pelatihan selama 3 hari di sekolahnya di kawasan Jalan Soekarno-Hatta Km7,5 Balikpapan Utara.

“Metode Takakura ini metode pengolahan sampah yang mengandalkan fermentasi untuk mengurai sampah, sehingga sampahnya tidak berbau tengik,” kata Nurul, anggota Green Generation dan siswa kelas XI yang ikut pelatihan, Jumat.

Dikutip dari Antaranews.com, Green Generation adalah gerakan para pelajar peduli lingkungan di Kota Balikpapan.

Cara mengolah sampah ala Takakura ini diciptakan peneliti Koji Takakura. Di Indonesia, Takakura terutama membagi ilmunya di Surabaya di awal dekade 2000-an.

“Sekolah menghasilkan limbah sampah hingga penuh satu bak truk per bulan,” kata Nenty, guru pendamping siswa dalam acara pelatihan yang didukung sepenuhnya oleh Terminal Terpadu Pertamina Balikpapan melalu program Green Care School tersebut.

Metode Takakura terkenal dengan langkah-langkahnya yang mudah diterapkan. Bahan yang dibutuhkan juga gampang diperoleh.

“Pertama kita mulai dengan wadah keranjang atau wadah yang berlubang. Ini berfungsi untuk menjaga sirkulasi udara pada kompos,” terang Nurul.

Kedua, bantalan dari jaring plastik atau kain yang diisi sabut kelapa, sekam, atau kain perca. Ketiga, kardus pelapis untuk mengatur pelembapan kompos dan menjaga agar kompos tidak keluar dari tempatnya. Keempat, pengaduk yang bisa dibuat dari pipa, kayu, atau besi. Terakhir adalah biang kompos berupa kompos setengah jadi yang mengandung mikroba.

Selain pelatihan membuat kompos, juga ada pelatihan memelihara ikan nila dan lele, dan penambahan jenis tanaman di green house sekolah.

“Pelatihan memelihara ikan lele dan nila itu bisa meningkatkan daya tahan pangan kita di tengah wabah COVID-19 ini,” kata Nenty.

Humas Pertamina Kalimantan Roberth Dumatubun menjelaskan Program Green Care School di SMKN 6 merupakan upaya meningkatkan kepedulian generasi muda, khususnya pelajar, untuk peduli dan terlibat aktif memberi pengaruh positif pada kondisi lingkungan sekitarnya.

“Dalam hal ini turut mengatasi permasalahan sampah kota,” kata Dumatubun. ***

 

Sumber : Antaranews.com

Share :