oleh

Bincang Bersama Media, “Upaya Bank Indonesia Menghadapi Covid-19”

Bincang Bersama Media, “Upaya Bank Indonesia Menghadapi Covid-19” Inflasi
  • Kalimantan Selatan pada Maret 2020 mengalami deflasi sebesar 0,28% (mtm), lebih rendah dibanding bulan sebelumnya yang inflasi sebesar 0,08% (mtm).
  • Terdapat tiga kota penghitung inflasi di Kalimantan Selatan, yaitu Banjarmasin, Tanjung dan Kotabaru. Pada Maret 2020, deflasi bersumber dari seluruh kota penghitung inflasi yaitu Kota Banjarmasin deflasi sebesar 0,30% (mtm), lebih rendah dari bulan sebelumnya yang inflasi 0,02%% (mtm). Kota Tanjung deflasi sebesar 0,11% (mtm), lebih rendah dari bulan sebelumnya yang inflasi sebesar 0,91% (mtm). Sedangkan Kotabaru deflasi sebesar 0,14% (mtm), lebih rendah dari bulan sebelumnya yang inflasi sebesar 0,30% {mtm).
  • Berdasarkan kelompoknya, deflasi Kalimantan Selatan terutama bersumber dari kelempok transportasi sebesar 2,67% (mtm), diikuti kelompok makanan dan minuman sebesar 0,52% (mtm). Sementara kelompok kesehatan mengalami kenaikan (inflasi) 0,90% (mtm).
  • Berdasarkan komoditas, penahan inflasi utamanya bersumber dari angkutan udara, ikan nila, daging ayam ras, cabai merah dan bawang putih. Adapun komoditas yang mendorong inflasi dengan andil terbesar adalah gula pasir, emas perhiasan, telur ayam ras, semangka dan vitamin.
  • Secara tahunan, inflasi Kalimantan Selatan pada Maret 2020 tercatat sebesar 2,81% (yoy), lebih rendah dibanding inflasi tahunan Februari 2020 sebesar 3,28% (yoy). Pencapaian inflasi Kalsel masih berada dalam sasaran inflasi nasional 2020 sebesar 3,0+1%.
  • Inflasi daerah Kalimantan Selatan tahun 2020 diprakirakan terkendali sesuai sasaran inflasi nasional yaitu 3,0+1%.Faktor pendukung penurunan inflasi Kalimantan Selatan 2020 yaitu cuaca yang lebih baik, program peningkatan produksi pertanian, dan penguatan koordinasi TPID di antaranya melalui implementasi Roadmap Pengendalian Inflasi dan kerjasama antar daerah, serta perluasan jaringan Toko Tani Indonesia, Rumah Pangan Kita, Ewarong, dan kanal distribusi lainnya serta kegiatan pasar murah/operasi pasar.
  • Inflasi Kalimantan pada Maret 2020 mengalami deflasi sebesar 0,21% (mtm), lebih rendah dan bulan lalu yang intlasi 0,3/Y% (mtm). Komoditas penyumbang intlasi tertinggi andalan emas perniasan, gula pasir, telur ayam ras, Deras dan tomat, sedangkan penahan intlasi adalah angkutan udara, ayam ras, bawang merah, cabai merah, dan biaya pulsa.
  • Inflasi nasional pada Maret 2020 tercatat sebesar 0,10% (mtm), dengan demikian detlasi Kalsel sebesar 0,28%(mtm) lebih rendah dibanding intlasi nasional.
BACA JUGA :   Pelayanan RSUD Harus Nyaman
Dampak COVID-19 pada Perekonomian Kalsel