oleh

Bursa Inovasi Desa 2019, Bupati Anang Pesankan Agar Tinggalkan Cara Lama

TANJUNG – Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani, Selasa (23/7/2016) membuka kegiatan bursa inovasi desa klaster III Tahun 2019 di Aula Kantor Kecamatan Tanta.

Bursa inovasi desa tahun 2019 ini melibatkan antar pemangku kepentingan dan stake holder aparat/perangkat desa di empat Kecamatan yaitu Kecamatan Tanta, Tanjung, Murung Pudak dan Kecamatan Muara Harus.

Bupati Tabalong HAnang Syakhfiani dalam sambutannya saat membuka kegiatan bursa inovasi desa klaster III ini mengatakan, ditengah-tengah arus kemajuan, kalau tidak bisa menyesuaikan maka tentu akan ketinggalan.

Dan yang lebih jahat lagi disebutnya kalau tidak mau berubah, maka tidak saja akan ketinggalan tapi akan dilindas oleh kemajuan itu sendiri.

Untuk itu bursa inovasi desa dinilainya sangat relevan dengan apa yang daerahnya lakukan selama ini.

“Dimana telah banyak inovasi-inovasi yang kita lakukan dan bahkan sudah dicanangkan sejak periode 2014 -2019 lalu,” katanya.

Bupati Anang juga menjelaskan bahwa inovasi ada dua pengertian, yang pertama inovasi untuk menghasilkan sesuatu yang baru misalnya membuat produk-produk baru yang dilakukan kelompok masyarakat di desa, kemudian pengertian yang kedua adalah merubah cara, misalnya untuk nembuat produk kopi pasak bumi hanya dengan ditumbuk saja tentu akan memakan waktu lebih banyak dan hasilnya kurang bagus.

“Tapi dengan menggunakan peralatan mesin tidak memakan waktu lebih banyak dan hasilnya pun tentu akan lebih bagus. Maka kedua inovasi tersebut harus kita lakukan, ” kata Bupati Anang.

Dia juga mengingatkan agar jangan pernah berharap akan mendapatkan hasil yang lebih baik, kalau masih menggunakan cara-cara seperti 5 atau 10 tahun lalu, atau dengan perkataan lain kalau ingin mendapatkan hasil yang lebih baik maka harus memperbaharui cara untuk membuat sesuatu atau memproduksi sesuatu.

Senentara Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (PMPD) Kabupaten Tabalong Arianto mengatakan, bursa inovasi desa ini, merupakan ajang bertemu antar pemangku kepentingan di desa yang kaitannya apa-apa saja yang akan dilakukan di desa khususnya untuk melakukan inovasi dalam rangka pelayanan publik.

Dan bagi desa-desa yang mendapat referensi juga disediakan berupa video-video kaitannya apa-apa yang pernah dilakukan oleh desa lain.

Diharapkannya dengan kegiatan bursa inovasi desa, semua stake holder yang hadir, baik para Kepala desa, Ketua BPD, atau tokoh-tokoh masyarakat yang mewakili desanya, atau pasilitator tenaga ahli yang mempasilitasi kegiatan ini, supaya forum ini dimanfaatkan sebaik mungkin, sehingga bisa membawa kebaikan atau membawa manfaat bagi implementasi di desa masing-masing ditahun 2020 untuk peningkatan pelayanan publik. (metro7/via).