BARABAI, metro7.co.id – Dampak bencana banjir dan lonsor di kaki Pengunungan Meratus wilayah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) memutus akses jalan.

Beberapa jembatan pun bahkan putus akibat diterjang derasnya air banjir.

Kondisi memperhatikan inilah yang menjadi perhatian Babinsa Koramil 1002-07/Pagat, Sertu Sanu, relawan, masyarakat hingga bergotong royong membangun jembatan darurat, sekaligus membuka akses jalan.

Jembatan darurat yang dibangun merupakan akses jalan yang menghubungkan Desa Murung-B dengan Desa Patikalain serta Desa Papagaran, Kecamatan Hantakan.

“Jembatan darurat ini sangat vital. Karena untuk akses distribusi bantuan kepada warga yang terdampak musibah banjir dan tanah longsor,” jelas Sertu Sanu, Sabtu (30/1).

Lebih lanjut, Sertu Sanu menegaskan, jalan dan jembatan juga sebagai urat nadi masyarakat Pegunungan Meratus yang akan melaksanakan aktivitas turun gunung ataupun sebaliknya.

Sementara itu, Danramil 1002-07/Pagat Kodim 1002/Barabai Kapten Inf Andi Tiro menuturkan, jembatan darurat yang di bangun bersama relawan dan masyarakat ini merupakan jembatan yang ke kedua yang dibagun bersama masyarakat.

“Dengan dibangunnya jembatan darurat ini akses jalan sudah bisa dilalui menggunakan kendaraan roda empat,” pungkasnya.**