AMUNTAI, metro7.co.id – Polisi memburu pelaku penyebar berita bohong (Hoax) tentang upaya penculikan anak yang terjadi di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) Provinsi Kalimantan Selatan.

Akibat beredarnya informasi itu, membuat masyarakat yang memiliki anak bertanya-tanya dan merasa was-was, benar atau tidak kabar tersebut.

Bahkan pada foto yang di screenshot tersebut, bertuliskan tentang upaya penculikan anak disalah satu desa di Kota Amuntai.

Sedangkan gambar wajah anak yang berjenis kelamin perempuan itu nampak jelas disertai caption kronologi singkat.

Menerima kabar tersebut, pihak kepolisian langsung melakukan penyelidikan dengan mendatangi kediaman yang diduga korban upaya penculikan di Desa Tambalangan, Kecamatan Amuntai Tengah.

Setelah meminta keterangan dari ibu korban yang bernama Siti Halimah. Halimah mengaku bahwa kabar itu tidak benar adanya, dan anaknya hanya mau diajak jalan oleh salah satu warga di desanya.

“Saya kenal dengan orang yang mau mengajak dan tidak membenarkan adanya upaya penculikan seperti yang viral di medsos,” ungkap Halimah usai melakukan klarifikasi melalui video, Jum’at (3/2) tadi.

Status di WhatshApp yang ia buat sambung Halimah, hanya mengingatkan kepada warga Tambalangan dan sekitarnya agar waspada dan mengawasi anak-anak kita apabila keluar rumah.

“Saya minta maaf dan ketidaknyamanan atas viralnya status saya tersebut,” kata dia.

Sementara Kapolsek Amuntai Tengah Ipda Doni Herawan, mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar yang belum tentu kebenarannya.

“Kepada masyarakat jangan mudah percaya terhadap pemberitaan yang belum jelas kebenarannya. Dan tidak turut menyebarkan berita yang bukan dari sumber yang di percaya.” Pungkasnya. ***