BANJARMASIN, metro7.co.id – Bertempat di Studio Radio Republik Indonesia Cabang Banjarmasin (RRI Banjarmasin) telah dilaksanakan Dialog Interaktif Polisi menyapa dengan tema ”Operasi Ketupat Intan 2022”, Selasa (26/4).

Hadir sebagai Narasumber yakni Direktur Lalulintas Polda Kalsel Kombes Pol Maesa Soegriwo didampingi Kasubdit Kamsel Kompol Dese Yulianti dan sebagai presenter yakni saudara Bang Surya. Kegiatan siaran dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Dirlantas Polda Kalsel Kombes Pol Maesa Soegriwo dalam kesempatannya mengatakan pada tahun ini Pemerintah telah mengizinkan masyarakat untuk melaksanakan mudik, sehingga diperlukan langkah-langkah sinergi dengan seluruh stakeholder agar masyarakat aman dan sehat dalam merayakan Idul Fitri 1443 H / 2022 M serta terhindar dari penularan Covid-19.

Untuk itu sebanyak 2.116 personel gabungan dikerahkan pada Operasi Ketupat Intan tahun ini guna meningkatkan peran aktif pencegahan, penurunan dan mengantisipasi perkembangan wabah Covid-19 di wilayah Kalsel.

Selain mengerahkan ribuan personel, Polda Kalsel juga mendirikan 23 Pos Pengamanan (Pospam) yang tersebar disejumlah wilayah diantaranya Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Tapin, HSS, HST, Balangan, Tabalong, Tala, Tanbu, Kotabaru, dan Batola.

Dalam Operasi Ketupat yang berlangsung selama 12 hari dimulai 28 April s/d 9 Mei 2022, Polda Kalsel juga menyediakan lokasi layanan kesehatan (Yankes) sebanyak 60 lokasi yang tersebar di masing-masing satuan wilayah (Satwil).

Bersama dengan Dinas Kesehatan terkait / Gugus Tugas, Operasi ini nantinya akan lebih banyak memberi imbauan kepada para pengguna jalan dan juga masyarakat umum tentang Virus Corona agar kita semua bisa terbebas dari Pandemi demi kebaikan diri sendiri juga orang lain.

“Dalam pelaksanaan Operasi kali ini kita lebih mengutamakan sistem Preemtif dan Preventif apalagi saat ini kita sedang dihadapkan dengan Pandemi Covid-19,” terang Dirlantas.

“Jaga keselamatan diri sendiri, keluarga dan orang lain untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” tutupnya.