BANJARMASIN, metro7.co.id – Skenario terburuk dalam menghadapi ancaman terjadinya lonjakan kasus Covid-19 telah disiapkan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin.

Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina menjelaskan, keputusan tersebut dilakukan bukan untuk menakut-nakuti warga melainkan sebagai antisipasi.

“Kita dikelilingi oleh Provinsi dan Kabupaten/Kota yang statusnya masuk dalam zona merah,” ucapnya.

Ibnu mengatakan skenario itu dengan memperketat pengawasan kepada setiap orang yang masuk ke Kota Banjarmasin.

“Memastikan bahwa yang masuk ke Banjarmasin harus terbebas dari paparan Covid-19. Kami berkoordinasi dengan Bupati dan Wali Kota daerah lain, terutama wilayah tetangga,”katanya.

Sementara, Pj Gubernur Kalimantan Selatan, Syafrizal ZA juga sudah menginstruksikan hal tersebut kepada seluruh kepala daerah di Kalsel.

“Masing-masing juga melaporkan, dari koordinasi itu diketahui kalau di batas provinsi sudah dibangun posko pengetatan,” jelas Ibnu.

Ibnu memgatakan  alasan utama dilakukannya pengetatan di Banjarmasin ini dikarenakan posisi Kota Banjarmasin ini merupakan kota transit.

“Makanya kita tetap harus kita pastikan mereka (pendatang yang masuk ke Banjarmasin) ini terbebas dari paparan Covid-19,” tukasnya.

Kendati demikian, Ibnu Sina mengaku masih bersyukur lantaran wilayah Kota Banjarmasin saat ini masih berstatus zona hijau dan kuning meski ada 6 kelurahan yang wilayah RT nya masuk dalam zona orange.

Terkait bagaimana pelaksanaan PPKM Mikro di Kota Banjarmasin, Ibnu mengklaim bahwa kebujakan yang membatasi aktivitas masyarakat tersebut masih tetap dijalankan. ***