KOTABARU, metro7.co.id – Peternak warga Desa Serongga, Kelumpang Hilir mendapatkan pelatihan pembuatan pakan metode fermentasi agar dapat membantu penyedian stok pangan untuk ternak.

Ini dilakukan agar peternak kambing dapat beraktifitas dan ketersediaan pakan ternak yang sehat, nutrisi terjamin dan tidak lagi tergantung pada musim

Kegiatan yang digagas oleh PT Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk Plant Tarjun lewat program CSR melalui Pusat Pelatihan, Pemberdayaan Masyarakat (P3M) dilakukan di Desa Serongga. Baru ini.

Upaya dilakukan kepada para peternak khususnya di desa-desa mitra perusahaan agar para peternak kambing tidak lagi mengalami kendala pakan lagi dan dapat juga meningkatkan nilai tambah ekonomi keluarga dari peternakan kambing.

Program ini diberi nama Jukad (Juragan Kambing Desa) telah berjalan selama beberapa tahun, dan para peternak telah berinovasi demi pengembangan usaha yang lebih baik.

“Salah satu kendala yang dihadapi peternak adalah datangnya musim kemarau yang mana pakan-pakan alam mulai sulit dicari dan karena lokasi jauh berimbas pada penjualan ternak terpaksa,” tutur Sumarji.

Menurut penerima Jukad dari Tehalrejo, tahun 2015 lalu ini melalui program CSR Indocement dengan menggelar pelatihan kepada para peternak tentu akan memberikan dampak positif dengan mampu melakukan fermentasi terhadap pakan ternak kambing.

Harus diakui bersama katanya kajian tersebut membuahkan hasil yang sangat baik dan berhasil diterapkan oleh peternak, pakan fermentasi memiliki kelebihan seperti, tidak perlu setiap hari mencari rumput, bisa disimpan lama dan mempercepat penggemukan serta lebih murah biaya.

“Pengetahuan kajian ini akan disebarkan kepeternak lainnya. Sudah ada beberapa peternak yang berminat untuk menerapkan. Untuk bahan-bahannya sendiri terbilang mudah didapat yakni, tetes tebu, gula merah, dedak dan daun-daunan yang ada disekitar rumah para peternak,” tuturnya.

Peserta pelatihan dari Desa Tarjun, Sunaryo sangat senang dengan adanya pelatihan yang diinisiasi oleh Indocement tersebut, karena dapat mempermudah dalam memberikan pakan ternak kambing.

“Selama ini saya memberikan pakan kambing hanya daun-daunan biasa saja tanpa di fermentasi dan dengan adanya pelatihan ini tentu akan dipraktekkan agar kedepan lebih memudahkan lagi untuk kami para peternak kambing,” ucapnya.

PPL Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kotabaru, M Taufik menyatakan, kegiatan ini sangat bagus sekali untuk dilakukan para peternak kambing yang berada di bawah binaan Indocement, namun yang pasti pihaknya juga akan bertanggungjawab dan membina utamanya dari sisi kesehatan hewan ternaknya.

“Kami dari Dinas Pertanian Kotabaru secara langsung juga bertanggungjawab terkait dengan kesehatan hewannya dan secara rutin untuk mengontrol kesehatan hewannya agar lebih baik lagi dalam pengembangan kedepannya,” kata Taufik.

Kades Serongga Akhyar Maulana, merasa apa yang dilakukan Indocement begitu membantu masyarakat. Hal tersebut menurutnya menjadi awal berinovasi peternakan apalagi dengan ditengah situasi pandemi Covid-19.

“Terimakasih untuk Indocement yang telah menggelar pelatihan ini, dan secara tidak langsung dapat meningkatkan SDM peternak di daerah kami,” ucapnya.

Perwakilan Management Indocement Tarjun, I Wayan Kedep Sudhiarta menjelaskan bahwa, pelatihan yang digelar merupakan salah satu upaya untuk membantu para peternak hewan kambing agar dapat terus meningkatkan usahanya, sehingga perekonomian juga akan berimbas positif, dan perusahaan tentunya akan memberikan support yang baik kepada masyarakat dalam pengembangan dan berinovasi dalam hal kemajuan.

“Ini merupakan salah satu program kami di perusahaan agar dapat membantu para peternak sehingga kedepan tidak ada lagi yang menemui kendala khususnya pada ketersediaan pakannya, dan melalui pelatihan tersebut outputnya diharapkan kepada peserta dan masyarakat pada umumnya akan terbantukan sehingga akan mampu memberikan warna baru dengan inovasi yang dibuat dan memberikan dampak positif dalam hal perekonomian mereka,” urainya. ***