BANJARBARU, metro7.co.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kalsel terus berupaya mengentaskan daerah blank spot guna mewujudkan Kalsel merdeka jaringan telekomunikasi, Banjarbaru, Jumat (15/7).

Kepala Diskominfo Kalsel, Muslim mengatakan, dari seluruh wilayah di Kalsel saat ini tersisa 9 persen yang masih mengalami blank spot (titik kosong) jaringan telekomunikasi, yang tersebar di sejumlah desa pada beberapa kabupaten/kota di Kalsel, diantaranya Kabupaten Tanah Laut.

“Di Kabupaten Tanah Laut itu persentase blank spot sekitar 33,33 persen dan ini masuk dalam kategori sedang, dan untuk dua belas kabupaten/kota lain berstatus baik atau persentasenya dibawah 33 persen,” kata Muslim.

Muslim menuturkan, pihaknya telah menyampaikan permohonan kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk memberikan bantuan pengadaan Base Transceiver Station (BTS) dalam rangka mengatasi area blank spot di Kalsel.

“Jadi kami terus berkoordinasi dengan Kemenkominfo, karena memang kewenangan membangun BTS itu ada di mereka. Untuk saat ini masih ada 316 desa blank spot di Kalsel yang perlu dibangunkan BTS,” ucapnya.

316 desa tersebut, jelas Muslim, tersebar di sejumlah kabupaten/kota seperti Kabupaten Barito Kuala sebanyak 64 desa dari 201 jumlah desa yang ada, disusul Kabupaten Banjar 46 desa dari 277 jumlah desa, dan Kabupaten Tanah Laut 45 desa dari 135 jumlah desa.

Kemudian Kabupaten Kotabaru masih terdapat blank spot sekitar 38 desa, Hulu Sungai Tengah 33 desa, Hulu Sungai Selatan 32 desa, Tanah Bumbu 18 desa, Balangan 16 desa, Hulu Sungai Utara 9 desa, Tapin 6 desa, Kota Banjarbaru 2 desa, Tabalong 7 desa. Sedangkan untuk Kota Banjarmasin sudah teratasi 100 persen.

Selain berkoordinasi dengan Kementerian, Muslim menjelaskan, pihaknya juga menggandeng sejumlah provider penyedia layanan telekomunikasi di Kalsel untuk membangun BTS di daerah yang masih terdapat blank spot.

“Alhamdulillah di 2022 ini beberapa provider telah membangunkan BTS, seperti XL AXIATA membangun BTS di 12 titik desa blank spot, kemudian satu titik oleh Indosat, dan satu titik oleh Smartfren,” jelas Muslim.

Lebih jauh, Muslim menjelaskan, pemerintah akan terus berupaya mengentaskan desa blank spot di Kalsel.

“Dalam Renstra sudah kami cantumkan target kita terkait pengentasan desa blank spot ini sampai 2026, dan kami berharap ini bisa diselesaikan. Apalagi saat ini sudah 91 persen wilayah di Kalsel telah merdeka jaringan telekomunikasi,” katanya.