BANJARMASIN, metro7.co.id – Dalam rangka mewujudkan kedaulatan dan kesejahteraan petani di Banua, Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Selatan menggelar Workshop Evauasi Data Hasil Pengolahan Sensus Pertanian Tahun 2023.

Workshop tersebut merupakan bagian dari tindaklanjut oleh BPS Kalsel atas sensus pertanian yang sudah dilakukan sejak pertenganan tahun 2023.

Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor atau melalui Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar mengatakan, hasil data sensus pertanian 2023 sangat strategis dan merupakan data terkini yang berguna bagi Pemerintah Provinsi Kalsel.

Gubernur Sahbirin Noor, dalam sambutan tertulisnya pada pembukaan Workshop Evauasi Data Hasil Pengolahan Sensus Pertanian 2023, di Hotel Rattan Inn Banjarmasin, Kamis (16/11).

Sahbirin Noor mengatakan, data hasil sensus pertanian merupakan data dasar dalam penyusunan kebijakan pangan dan identifikasi potensi pertanian di Kalsel. Selain itu, data pertanian menjadi sangat penting bagi Pemprov Kalsel, karena menyangkut kebutuhan pangan penduduk di Banua.

“Terlebih dengan rencana pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di provinsi yang dekat dengan Kalsel, membuat Kalsel berpotensi menjadi penyokong kebutuhan pangan daerah tersebut. Untuk itu, perkembangan pertanian dan potensi pertanian harus menjadi perhatian khusus bagi kita semua,” ungkapnya.

Ditambahkan, Gubernur juga, pendataan dan pengolahan sensus pertanian 2023 telah selesai. Berbagai pihak sudah menantikan data finalnya untuk keperluan pembangunan.

“Semoga kehadiran data hasil sensus pertanian bisa menjadi dasar dalam perencanaan dan pengambilan kebijakan terkait sektor pertanian di Kalsel dan berharap kegiatan workshop ini memberikan manfaat sekaligus menjalin kebersamaan dalam upaya memajukan Kalsel,” jelasnya.

Kepala BPS Kalsel, Martin Wibisono mengatakan, tujuan dari sensus pertanian ini adalah untuk mendapatkan data statistik pertanian yang lengkap dan akurat, yang nantinya dapat dimanfaatkan sebagai bahan perencanaan dan evaluasi hasil-hasil pembangunan khususnya di sektor pertanian.

“Workshop ini digelar dari 15-18 November 2023 dan dikuti hampir 170 peserta. Diantaranya berasal dari BPS kabupaten kota, Dinas Pertanian, Dinas Perkebunan dan juga Dinas Kehutanan,” terangnya.

Untuk diketahui, sensus pertanian ini dilaksanakan secara nasional dan tahun ini merupakan yang ketujuh kalinya dilaksanakan. Hasil dari sensus pertanian 2023 ditujukan untuk mendapatkan informasi strategis yang akan diberdayakan untuk mendukung kebijakan strategis pemerintah.