BARABAI, metro7co.id – Warga Komunitas Adat Terpencil (KAT) yang mendiami kaki pegunungan meratus di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) berhasil membuat PT Indomaret mengucurkan bantuan.

Tepatnya, di Danau Canting, Desa Hinas Kiri, Kecamatan Batang Alat Timur (BAT), Kabupaten HST.

Melalui program ‘Peduli Adat Terpencil’, PT Indomaret memberikan bantuan sarana dan prasarana bagi warga di sana.

Yakni, seperti pembangunan sarana air bersih, Balai Sosial, MCK Komunal, penghijauan, prasasti dan gapura.

Hal tersebut ditandai dengan syukuran Indomaret Peduli Komunitas Adat Terpencil (KAT) dan peresmian Balai Sosial, Selasa (29/9) pagi.

Sekaligus pada acara tersebut, juga penyerahan perlengkapan dan peralatan untuk Balai Sosial Danau Canting, ditandai dengan pemotongan pita di depan balai.

Ketua Pelaksana Yayasan LSM Pancar Kasihan mewakili warga KAT, Kosim berterimakasih kepada Dinas Sosial dan pihak Indomaret.

Dia berharap kedepannya tidak bantuan ini saja, mungkin untuk rumah diusulkan semi permanen, mudah-mudahan nanti ada tanggapan.

Karena ia menilai perumahan KAT yang terbuat dari kayu 5-10 tahun akan hancur, makanya ia mengaharapkan semi permanen.

“Seandainya rumah disini semi permanen, harapan kami kedepannya warga disini menetap berdomisili di sini,” kata Kosim.

Sementara itu, Wakil Kepala Cabang Indomaret Kalselteng, Bambang Purwanto menyebutkan, baru pertama kali ke Danau Canting.

Kami sudah liat tadi beberapa pembangunan dan manfaatnya, lanjut Bambang, saya berterimakasih kepada kepala yayasan.

“Ini adalah bentuk partisipasi kami, karena sudah 4 tahun di Kalsel, kami bersyukur bisa berpartisipasi dan ikut membantu,” bebernya.

Sedangkan, Kadis Sosial HST, H M Yusuf memberikan apresiasi kepada Kementrian Sosial, PT Indomaret, Yayasan Pancar Kasihan, Kepala Balai, dan Ketua Adat.

“Kami mendukung program yang dilaksanakan hingga kini. Saya kira ini bukan berarti sebuah ending dari kegiatan,” kata Yusuf.

Dia berharap agar dikembangkan lagi oleh masyarakat sendiri, sehingga kedepannya Danau Canting merupakan satu-satunya Komunitas Adat Terpencil di HST.

“Ini menjadi sebagai tolak ukur bagaimana keberadaan KAT itu, oleh sebab itu, Dinas instansi yang ada di Kabupaten HST, mari kita sama-sama melihat ada banyak potensi yang dikembangkan disini,” tutupnya.***