TANJUNG, metro7.co.id – H Anang Syakhfiani lakukan penandatanganan Perjanjian Kerjasama (MOU) dengan Badan Peneliti dan Pengambangan Pertanian Kementerian Pertanian RI tentang kerja sama penelitian dan pengembangan pertanian Tabalong pada Kamis, (10/6) di Wisma Tamu Pendopo Bersinar.

Bupati Tabalong, Anang Syakhfiani mengatakan, kesusahan dalam memajukan pertanian Tabalong, dikarenakan terperangkap ekonomi dualistik.

“Semaju apapun sektor pertanian akan tertutupi megahnya sektor pertambangan,” katanya.

Lanjutnya, sebelumnya orientasi Tabalong hanya rezim produksi, sekarang memasuki rezim pemasaran dan sudah menikmati bagaimana menjual hasil pertanian.

“Ternyata menjual hasil pertanian itu nyaman banar,” ujar Bupati Anang.

Bupati Anang menjelaskan, Tabalong tidak dapat memaksakan konsumen baru untuk mengkonsumsi yang dihasilkan sekarang.

“Tetapi kita harus berfikir bagaimana kita memproduksi yang menjadi konsumen baru, ucapnya.

Terkait kerja sama, Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian, Dr Muhammad Amin mengatakan, Kegiatan kerja sama tersebut sudah berjalan terutama ayam KUB.
“Dalam rangka mengembangkan ayam KUB,” lanjutnya.

Lanjutnya, kerja sama selanjutnya yang dilakukan ialah bagaimana melakukan identifikasi san karakterisasi terakait dengan Sumber Daya Genetik (SDG) lokal yang berada di Tabalong, salahsatunya durian.

“Ada 10 varietas yang sudah didaftarkan, dan sudah lulus sertifikasi sejak tahun 2018 sampai saat sekarang,” katanya.

Ia menjelaskan, dukungan lainnya terkait bagaimana agar inovasi teknologi terus berkembang di Kabupaten Tabalong dalam rangka meningkatkan produktivitas.

“Baik tanaman pangan, palawija, maupun ternak,” katanya,” katanya.

Mengantisipasi ibu kota negara baru, Kabupaten Tabalong harus menyiapkan persiapan diri, salahsatunya sektor produktif harus dioptimalkan pengembangannya, salahsatunya sektor pertanian.

“Tabalong harus mempersiapkan diri, oleh sebab itu Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) kalsel terus memberikan edukasi terkait teknologi kepada kelompok masyarakat petani,” ucapnya. ***