Desa Membangun Negeri

Home / Desa Membangun Negeri / Nias Barat / Sumatera Utara

Jumat, 31 Juli 2020 - 16:25 WIB

Dapat Kabar ada Anak Ditinggalkan Orangtuanya, Ini Respon Spontan Bupati Nias Barat

Reporter : Yamoni Laoli - Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara - Dibaca : 184 kali

 

NIAS BARAT, metro7.co.id – Bupati Nias Barat Faduhesi Daely melakukan kunjungan bhakti sosial dengan memberikan berupa tali kasih kepada Sesilia Hia dan kelima adik-adiknya di Desa Onolimbu Raya, Kecamatan Mandrehe Barat, Kabupaten Nias Barat, Jumat (31/07/2020).

Diketahui kedua orangtua anak-anak tersebut sudah merantau di Pekanbaru-Riau dan bekerja di Kebun PT. Torganda. Sementara, anak-anak tinggal di Kampung sambil sekolah dibawa kendali Sesilia Hia sebagai anak tertua dari enam bersaudara (3 laki-laki & 3 perempuan).

“Memang dari dulu kehidupan saya banyak bertemu (bersua) dan bahkan mengalami sendiri kesulitan hidup karena saya berasal dari keluarga yang sangat sederhana sehingga begitu melihat kehidupan seperti ini, saya merasa terpanggil untuk hadir dan memberikan penguatan-penguatan bahwa hidup ini begitu indah bila hanya bersandar kepada Tuhan sekalipun dalam menjalani hidup penuh dengan kesulitan dan persoalan,” jelas Bupati.

Baca Juga :
BST Kabupaten Mabar Siap Dicairkan

Tambahnya lagi, ketika ia mendapat informasi bahwa Sesilia sudah mendapat kesepakatan bersama orangtua dan juga pihak keluarga lain yakni Firman Gula alias Ama Ambu untuk melanjutkan Study kepada anak tersebut di STTAM Nias Barat walaupun ditengah berbagai kekurangan. Menyatakan dukungannya dengan membantu sebagian kebutuhan anak tersebut selama satu tahun kedepan.

Baca Juga :
Mantap, Bupati H Nanang Ermanto Bebaskan PBB untuk Masyarakat Lampung Selatan

“Tidak hanya itu, melihat tempat tinggal anak-anak ini yang hanya berupa pondok yang sesungguhnya tidak layak huni, maka kita akan membedah rumah tempat tinggal anak-anak ini pada awal September 2020, ” ungkap Faduhusi Daely.

Lebih lanjut, Bupati Nias Barat menegaskan bahwa Bhakti Sosial ini bukan sebuah pencitraan dan bukan ada maksud lain tetapi murni keterpanggilan setelah mengetahui keberadaan anak-anak ini, setelah ditinggalkan orangtua dalam mencari nafkah di luar daerah.

“Saya mengharapkan kegiatan bedah rumah ini adalah sifatnya gotong-royong bersama warga sekitar dan insan lain yang turut terpanggil,” harap Bupati. ***

Share :