Desa Membangun Negeri
Senin, 3 Mei 2021 12:16 WIB

Dialog Publik HIPMA-Matim, Kinerja Agas Andreas Selama Tiga Tahun Menjabat Dinilai “GAGAL”

Reporter :  Ifanrianus Tamang - Manggarai Timur, NTT
Editor :  Ismitullah

Kemudian ia mengungkapkan, posisi Ande Agas saat ini sudah tepat, karena Ande Agas sudah punya ruang gerak tersendiri untuk bagaimana membangun Matim, tetapi memang apa yang dipikirkan dan apa yang dirasakan berbanding terbalik.

Slogan seber justru subonvolusi bagi Ande Agas karena justru secara total hampir tidak ada bekas. Apa yang dikerjakan memang yang paling penting bagi pemerintah hari ini harus diuji dari sisi kepala juga, yang kedua dalam penyelesaian konflik tambang, tidak bisa pejabat publik turun kelapangan untuk mengintervensi.

“Sebenaranya pemda hadir sebagai penengah dalam setiap polemik yang ada di lingkungan masyarakat,” ujarnya.

Lanjutnya pertarungan tambang di lingko lolok itu kalau mau dipahami bukan pertarungan elit politik local, tapi pertarungan elit nasional. Karena besaran anggaran itu yang akan digelontorkan ke daerah dalam kaitanya membangun produksi tambang, ini butuh kehati-hatian kita juga.

“Karena bahasa kasarnya Ande Agas hanya jembatan untuk membuka perizinan entah kesepakatan apakah tambang rakyat atau tambang yang semuanya nanti dikelolah oleh PT dibawa naungan BUMN,” lanjutnya.

Halaman: 1 2 3 4 5

 
CLOSE
Lewat ke baris perkakas