Desa Membangun Negeri
Sabtu, 16 Jan 2021 08:14 WIB

Diduga Ada Oknum Jaksa yang Nakal, Kejari Baru Diminta Serius Tangani Kasus Korupsi

Reporter :  Matius Matatias Gea - Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara
Editor :  Zulfahmi Dhamiri

Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan pengunjuk rasa yang mengatasnamakan Pemuda Anti Korupsi saat melakukan unjuk rasa di kantor Kejaksaan Negeri Siantar, Kamis (14/1/2020).

Terkait hal itu, pengunjuk rasa mempertanyakan kasus temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia (RI) permasalahan terhadap proyek pembangunan jembatan VIII STA 13. 441 Pematangsiantar yang dikerjakan oleh PT EPP pada tahun anggaran 2019. Adapun kelebihan pembayaran yang harus dikembalikan adalah sebesar Rp 2,9 milyar.

“Dari informasi yang kami terima, ada oknum Kejaksaan yang terlibat didalamnya,” ucap Arfiani selaku kordinator aksi.

Menurut PAK, dari temuan BPK yang dimuat dalam buku laporan hasil pemeriksaan atas laporan keuangan pemerintah tahun anggaran 2019, dipaparkan bahwa pembangunan jembatan tersebut nilai kontraknya sebesar Rp14,4 miliar.

Selain itu, PAK juga menilai keanehan ketika kasus temuan BPK ini tidak ditindaklanjuti dimana Kejaksaan selaku Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) kota Pematangsiantar pada saat itu.

PAK mempertanyakan hasil pemeriksaan
Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas) Kejaksaan Agung ( Kejagung) beberapa waktu lalu terkait adanya laporan pengaduan tentang oknum di Kejaksaan.

Halaman: 1 2 3

 
CLOSE
Lewat ke baris perkakas