Desa Membangun Negeri

Dinkes Lobar ‘Lepas Tangan’ Pemberian Fasilitas Kesehatan Warganya Disayangkan DPRD NTB

Reporter : Ahmad Saleh Tabibuddin - Kab. Lombok Barat, NTB - Dibaca : 199 kali

 

LOMBOK BARAT, metro7.co.id–Pernyataan Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kabupaten Lombok Barat (Lobar) Hj Made Ambaryati ‘lepas tangan’ dalam hal pemberian fasilitas kesehatan untuk warga Dusun Eat Mate disayangkan salah seorang anggota Komisi V DPRD NTB yang salah satu tugasnya menaungi bidang kesehatan Tuan Guru Haji Hazmi Hamzar. Sabtu, (11/07/2020).

Dikutip dari radarlombok.co.id, pernyataan Kadis Kesehatan Lobar tersebut dipicu aksi masyarakat Dusun Eat Mate yang tidak mentaati protokol Kesehatan Covid-19. Selain melanggar protokol Kesehatan, warga Eat Mate disebutkan Made Ambaryati juga tidak percaya dengan adanya Covid-19. Sikap tak percaya itu dinyatakan warga dengan penandatanganan surat pernyataan yang disaksikan langsung Camat Gunung Sari dan Kepala Desa Mekar Sari.

Baca Juga :
Innalillahi Wa Innailaihi Rajiun, Warga Penengahan Gedong Tataan Meninggal Dunia Terlindas Truk

“Kami lepas tangan, biarkan saja, kan mereka tidak percaya ada Covid-19,” kata Made Ambaryati dikutip dari radarlombok.co.id.

Menanggapi hal itu, anggota Komisi V DPRD NTB TGH Hazmi Hamzar kepada metro7.co.id menyampaikan bahwa tugas utama pemerintah adalah melayani masyarakat. Dan pernyataan Made Ambaryati yang memilih ‘lepas tangan’ memberikan pelayanan kesehatan kepada warganya sangat tidak mencerminkan keinginannya melayani masyarakat.

“Jangan kita terlalu cepat putus asa, lepas tangan segala macam,” ujarnya.

Dijelaskan, sejauh ini pemerintah luput memperhatikan tak sampainya informasi yang lengkap mengenai Covid-19 kepada masyarakat yang kemudian memicu sebagian dari mereka melanggar aturan protokol kesehatan yang telah ditetapkan Satgas Covid-19.

“Sosialisasi itu belum merata kepada masyarakat harus dipahami itu. Kalau masyarakat sudah mengerti tidak akan begini ini,” jelasnya.

Baca Juga :
Tak Izin Bawa Sajam, Pria Desa Bangkal di Razia Tim Buser Polres HST

Terlepas dari itu, Hazmi meminta agar komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat termasuk dalam pemberian pelayanan kesehatan tidak boleh berhenti. Harus ada keseriusan dari dua belah untuk menemukan solusi bersama agar keadaan tidak semakin kacau.

“Ya dimana-mana kan, di Sulawesi kayak apa garang masyarakatnya, selesai juga dengan pendekatan,” pesannya.

Sementara itu, Kadis Dikes Lobar Hj Made Ambaryati yang coba dikonfirmasi metro7.co.id untuk meminta keterangan lebih lanjut mengenai tindakan seperti apa yang akan diambil Dikes Lobar untuk menangani persoalan tersebut tidak memberi jawaban pasti.

Ia hanya menjawab singkat, “Ibu sedang rapat,”. ***

Share :