Desa Membangun Negeri
Jumat, 11 Sep 2020 15:38 WIB

Dua Gadis Asal Labuhan Batu Tidak Digaji Dan Ditolak Polisi

Reporter :  Matius Matatias Gea - Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara
Editor :  M Khairil Ismitullah

SIANTAR, metro7.co.id -Tinggal pasrah dan berusaha menerima kenyataan begitulah yang dialami Dua dara cantik asal Labuhan Batu Selatan.

Lantaran berbagai cara sudah mereka lakukan untuk memperjuangkan hak mereka (gaji), bekerja disalah satu toko ponsel yang ada dikota Siantar. Mulai dari memosting ke Media Sosial Facebook hingga melapor ke Kantor Polisi.

Kamis (10/09) sekira pukul 17.00 Wib Gesti Ayu Putri Lase (19) dan Cristina Sari Barasa (19), dua gadis ABG asal Labuhan Batu Selatan ini mendatangi ruang SPKT Polres Pematang Siantar untuk menyampaikan keluh kesah mereka, dimana toko tempat keduanya bekerja tidak mau membayar upah mereka bekerja.

Setibanya di ruang SPKT Polres Siantar kedua ABG itupun bercerita kepada Personel Kepolisian yang bertugas saat itu. Petugas yang belakangan diketahui bernama Robert Purba itu tidak bisa menerima laporan keduanya, lantaran korban dan sang Toko tidak memiliki surat ikatan kerja.

“Kita selalu menerima pengaduan masyarakat, namun masalah adek ini tidak bisa diproses secara hukum. Dengan alasan korban dan majikan tidak memiliki surat kontrak kerja, dan usaha tokonya pun tidak memiliki badan usaha namun usaha pribadi,” ujar Robert Purba.

Halaman: 1 2 3 4 5 6

CLOSE