oleh

Duet Pemerintah – Adaro, Berdayakan Masyarakat Secara Continue

-Opini-2.230 views

Ditulis Oleh : Suhardi

Pemerintah sebagai fasilitator sementara PT Adaro berperan sebagai penyandang finansial melalui CSR (Corporate Social Responsibility) sudah barang tentu akan menjadi pasangan spektakuler dalam rangka memberdayakan masyarakat dengan program – program pembangunan ekonomi juga Sumber Daya Manusianya.

CSR itu sendiri dapat dikatakan sebagai tabungan masa depan bagi perusahaan untuk mendapatkan keuntungan. Keuntungan yang diperoleh bukan hanya sekedar keuntungan secara financial namun lebih pada kepercayaan dari masyarakat sekitar dan para stakeholders berdasarkan prinsip kesukarelaan dan kemitraan.

Perusahaan yang memperlakukan stakeholders mereka dengan baik akan meningkatkan kelompok mereka sebagai suatu bentuk manajemen yang berkualitas. Stakeholders bukan hanya masyarakat dalam arti sempit yaitu masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi perusahaan melainkan masyarakat dalam arti luas, misalnya pemerintah, investor, elit politik, dan lain sebagainya. Seperti halnya Pemerintah Daerah bekerjasama dengan PT Adaro adalah sinergi bentuk kerjasama yang dapat saling memberikan kesempatan untuk sama-sama maju dan berkembang. Program-program CSR yang dibuat untuk kesejahteraan masyarakat dan pada akhirnya akan memberikan dampak positif tidak hanya untuk masyarakat, pemerintah daerah tapi juga Adaro sendiri. Tentunya kita patut memberikan apresiasi positif terhadap Dwipartite Pemerintah dan Perusahaan Tambang ini, karena terbukti saat ini khususnya di Tabalong, melalui CSR berhasil menggenjot kegiatan ekonomi seperti pembinaan terhadap UMKM yang langsung ditangani PT Adaro sendiri, juga kegiatan lain seperti peningkatan SDM, program Beasiswa, Pembinaan pertanian dan peternakan juga layanan gratis jasa angkutan dalam konteks pembangunan sosial yang merata dan berkelanjutan.

Berkaitan dengan hal diatas, memang sebenarnya pemerintah dan perusahaan memainkan peran kunci dalam upaya mendorong pembangunan sosial yang lebih inklusif. Dalam konteks ini, corporate social responsibility (CSR) adalah platform yang menghadirkan peluang strategis dalam hal penguatan sinergi pemerintah dan swasta guna mencapai pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

Menyadari hubungan kausal timbal balik itu, menekankan pada pembangunan pemberdayaan adalah gagasan strategis yang diharapkan dapat mengurangi eksklusi sosial dan kemiskinan. Oleh sebab itu, berbagai upaya pemberdayaan harus difokuskan pada aspek-aspek pangkal kemiskinan, seperti ekonomi, pendidikan dan kesehatan.

Bagaimanapun, tanggung jawab sosial perusahaan harus berpijak pada aspek sosial dan lingkungan. Ini tidak terlepas dari asumsi bahwa sebagian besar dampak yang ditimbulkan oleh perusahaan telah mengubah pola kehidupan masyarakat sekitar di mana turut berpengaruh terhadap sumber penghidupan mereka. Seperti hak masyarakat adat akan hutan sebagai sumber penghidupan tidak lagi dapat dimanfaatkan jika hutan tersebut dieksploitasi.

Pada hakikatnya, tanggung jawab pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang terbesar berada pada pundak pemerintah. Sesuai dengan perannya sebagai pembuat kebijakan, pemerintah terus mencari cara untuk mewujudkan pembangunan yang lebih inklusif dalam menyejahterakan masyarakat, seperti diamanatkan dalam UUD 1945.

Salah satu cara yang bisa dilakukan pemerintah yaitu dengan memastikan bahwa pihak swasta turut memberikan kontribusi pembangunan melalui platform CSR, peran perusahaan dalam hal ini adalah memastikan bahwa praktik bisnisnya tidak menyebabkan ekslusi sosial pada masyarakat di sekitarnya. Lebih jauh lagi, perusahaan bertanggung jawab untuk meminimalisasi dampak-dampak negatif terhadap lingkungan fisik dan sosial di sekitar wilayah operasinya.
Pada saat bersamaan, usaha tersebut harus diiringi oleh pengawasan dari pemerintah sebagai pihak yang menjamin bahwa kehadiran pihak swasta dapat membawa keuntungan bagi masyarakat sekitar.

Inilah wujud dari kebersamaan, bersinergi dalam memberdayakan masyarakat. Akan tetapi sinergitas ini harus dicermati lebih jauh agar makna kontribusi swasta terhadap pembangunan tidak meleset dan tidak hanya menjadi suatu formalitas dalam bentuk sumbangan dana saja, artinya sebuah perusahaan melalui program CSR bukan semata – mata soal donasi namun lebih pada pemberdayaan.

Ada salah satu program PT Adaro melalui CSR yang lebih menekankan pada aspek pemberdayaan dan visioner menyongsong perpindahan Ibukota sehubungan dengan kebutuhan konsumsi daging adalah Pemberdayaan terhadap peternakan terutama sapi. Hal ini mungkin tidak disadari, bahwa program ini justru akan menjadi program primadona bila digarap secara serius. Dampaknya juga luar biasa terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. Bagaimana tidak, kedepan seiring perkembangan rencana perpindahan Ibukota ke Balikpapan – Samarinda, Kabupaten Tabalong benar-benar berada pada posisi yang strategis, karena akan menjadi lintasan berbagai Kabupaten dan sebagian Kabupaten di Kalimantan Tengah, sehingga bias perkembangan ekonomi akan tumbuh semakin cepat dan kompetitif. Tabalong sebagai penyangga sentra industri kebutuhan pangan bagi warga Ibukota bukan tidak mungkin akan terjadi, termasuk kebutuhan pasokan daging.

Sebuah kebijakan strategis bila arah pemberdayaan peternakan sapi terus ditingkatkan sebagaimana yang telah dirintis oleh PT Adaro melalui program CSR.

Bila melihat kebutuhan daging sapi secara nasional, kita setiap tahun senantiasa impor karena pasokan dalam negeri tidak mencukupi, pun, Kalimantan Selatan dan secara spesifik Kabupaten Tabalong. Seperti diketahui, Tabalong setiap tahunnya harus mendatangkan Sapi dari Madura, Sulawesi, bahkan dari Nusa Tenggara.

Melihat kondisi tersebut kebutuhan Sapi hidup atau daging di Tabalong ternyata tak mampu dicukupi oleh peternak lokal. Ini merupakan peluang terbaik untuk menggejot sektor peternakan sapi dengan memberdayakan petani peternak terus dipacu dan digalakkan yang pada gilirannya nanti akan tercipta peternak – peternak handal yang pangsa pasarnya adalah Ibukota Negara.

Ini bukan mimpi, tapi CSR telah memulai memberdayakan peternakan sapi seperti pada kelompok – kelompok peternak di Desa Masingai II, Kecamatan Upau Kabupaten Tabalong.

Layar telah terbentang, surut berpantang, sinerginya pemerintah dan PT Adaro diharapkan bisa menjawab tantangan kebutuhan terutama memberdayakan masyarakat dalam rangka mempersiapkan Tabalong sebagai sumber SDM, sumber kerajinan dan bahkan sebagai gudang pangan bagi Ibukota yang baru nantinya.

Diharapkan pula pembinaan dalam memberdayakan masyarakat diberbagai bidang, bukan hanya sekedar ladang amal atau sekedar menggugurkan kewajiban sebagai tanggungjawab sosial perusahaan terhadap masyarakat sekitar, tapi pembinaan dilakukan secara sistematis, periodik dan berkelanjutan. Semoga!.