oleh

Dukung Pelatihan Keterampilan Kerja, PT Buma Bantu Peralatan Komputer dan Uang CSR

TANJUNG – Program pendidikan keterampilan kursus komputer, motivasi dan pengembangan diri kewirausahaan yang telah sukses dijalankan Lembaga Pendidikan swasta Pradata Komputer di Kabupaten Tabalong dan telah berhasil mencetak ribuan tenaga trampil yang siap kerja, dan menjadi wirausaha baru.

JIKA MAKA singkatan dari Jika Belajar Maka Bisa, mulai didirikan sejak tahun 2013, dan terhitung sampai dengan tahun 2018 telah meluluskan sekitar 8 ribu peserta masyarakat di Kabupaten Tabalong.

Program pelatihan keterampilan kerja bagi masyarakat Tabalong ini sejalan dengan visi misi pembangunan prioritas yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Tabalong.

Oleh karena itu keberadaan Lembaga Pradata Komputer mendapat support dan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Tabalong, dan juga pihak perusahaan swasta khususnya PT.Adaro Indonesia, dan mitra kerjanya.

Seperti pada kegiatan pembukaan program pendidikan komputer dan kewirausahaan tahun 2019 yang dilaksanakan Pradata Komputer, Selasa (22/10/2019) di Gedung Saraba Kawa Tanjung.

PT Bukit Makmur Mandiri Utama (PT.BUMA) salah satu perusahaan mitra kerja PT.Adaro Indonesia, mendukung kegiatan program pendidikan pelatihan keterampilan komputer tahun 2019 yang dilaksanakan Pradata Komputer, dengan memberikan bantuan berupa 3 PC komputer ditambah 4 buah printer, selain itu diserahkan juga bantuan dana program CSR sebesar Rp 40 juta dari PT.Adaro Indonesia.

Bantuan tersebut diserahkan secara langsung kepada pihak Pradata Komputer oleh Maburi selaku Plt Support Manager PT.BUMA.

Dalam sambutannya, Maburi mengatakan pihaknya bekerjasama dengan PT.Adaro Indonesia dan telah dua tahun sudah memberikan dukungan terhadap kegiatan program pendidikan keterampilan komputer gratis.

“Dukungan dilakukan sejak dua tahun lalu, hal ini kami lakukan salah satunya adalah menggalakan semangat belajar kepada seluruh warga Tabalong,” katanya.

Tak hanya itu, PT BUMA juga berusaha untuk membentuk wirausaha-wirausaha baru dengan menggeluti usaha bisnis, salah satunya memanfaatkan bahan yang mudah didapat seperti daun-daun pepohonan yang ada di hutan yang dapat dibuat menjadi pupuk, dan menjadi nilai jual lebih, ternasuk untuk aroma terapy.

Ia berharap kepada semua peserta pelatihan agar kegitan pelatihan keterampilan ini dapat diikuti dengan serius dan sungguh-sungguh.

“Karena kalau dilakukan dengan serius dan sungguh-sungguh, maka akan dapat diaplikasikan dengan baik ketika nanti kita berada dilingkungan masyarakat,” katanya. (metro7/via).