Desa Membangun Negeri

Home / Covid-19 / Manggarai Barat / Nusa Tenggara Timur (NTT)

Sabtu, 1 Agustus 2020 - 11:31 WIB

Enam Pasien Baru Positif Covid-19 Sedang Berada di Kapal Wisata Labuan Bajo

Reporter : Robert Perkasa - Kab. Manggarai Barat – NTT - Dibaca : 2.207 kali

Foto : Terdapat Enam Pasien Covid-19 di Kapal Wisata dari Bali di Labuan Bajo (Robert Lembeng Perkasa / metro7)

Foto : Terdapat Enam Pasien Covid-19 di Kapal Wisata dari Bali di Labuan Bajo (Robert Lembeng Perkasa / metro7)

 

MANGGARAI BARAT, metro7.co.id – Tambah enam lagi pasien baru terkonfirmasi positif covid-19 berdasarkan hasil pemeriksaan real time PCR laboratorium RS Siloam Labuan Bajo, Kamis (30/7/2020).

Hasil penelusuran Metro7.co.id
mengetahui keenam pasien baru positif itu merupakan kru kapal wisata dari Bali, yakni Kapal Prana yang beroperasi di perairan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, Yohanes Johan membenarkan hal tersebut saat dikonfirmasi media ini via Whatsapp, Sabtu (1/8/2020) pagi.

“Posisi sementara hingga pagi ini, mereka masih dikarantina di Kapal Prana. Kapal ini masih sandar di pelabuhan Labuan Bajo. Hari ini mereka segera diisolasi di rumah karantina Pemkab Mabar,” ujar Yohanes.

Yohanes merinci, keenam pasien baru positif covid-19 itu yakni pasien inisial FLN (23) perempuan, FL (25) perempuan, IGNS (46) Laki-laki, H (38) laki-laki, YS (27) Laki-laki dan M (24) Laki-laki.

Baca Juga :
Pendampingan Babinsa Kodim Barabai, Hingga Ikut Bertani dengan Para Petani

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat, Paulus Mami, menjelaskan kapal wisata itu kini sedang bersandar di perairan pelabuhan Labuhan Bajo. Dinas Keaehatan kini sedang melengkapi data keenam pasien baru positif tersebut

“Kapal itu ada di pelabuhan. Yang bersangkutan sedang dikarantina. Kami sedang lengkapi datanya,” ujar Paulus Mami.

RS Siloam harus bertanggungjawab

Menyusul penambahan enam kasus baru tersebut, Yohanes Johan menegaskan beberapa hal penting kepada pihak manajemen RD Siloam Labuan Bajo.

Pertama, Dinas Kesehatan Mabar sampai hari ini belum mendapat pemberitahuan resmi dari manajemen RS Siloam Labuan Bajo terkait pengambilan Swab mandiri terhadap keenam pasien tersebut.

Baca Juga :
Dinilai Rusakkan Jalan Desa, Warga Empat Desa Haruai Tahan Angkutan Sawit

“Saya selaku Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Mabar sangat gerah terkait manajemen RS Siloam. Apapun resiko yang muncul baik dari aspek harga swab mandiri maupun hambatan-hambatan yang berkaitan dengan swab mandiri, itu menjadi tanggungjawab RS.Siloam,” tegas Yohanes Johan sangat kesal.

Kedua, ketika RS Siloam menyiapkan swab mandiri, harus menyiapkan proses follow up terkait kasus tersebut.

“RS Siloam harus menyiapkan kamar isolasi yang layak di RS Siloam,” tegas Yohanes.

Ketiga, Dinas Kesehatan Mabar merekomendasikan untuk semua kapal wisata dari Bali yang beroperaai di Labuan Bajo agar tidak beroperasi.

“Untuk sementara ini, kami imbaukan agar kapal wisata dari Bali yang berlayar di perairan Labuan Bajo tidak beroprasi. Semua kru kapal harus menjalani pengambilan swab,” kata Yohanes. ***

Share :