Home / Info Ibu Kota

Jumat, 10 Juli 2020 - 18:25 WIB

Flu Burung Gak Ada Apa-apanya!, Dibandingkan Virus Corona

Reporter : M Khairil Ismitullah - Uploader - Dibaca : 22 kali

 

JAKARTA, metro7.co.id – Guru Besar Madya Departemen Agribisnis Institut Pertanian Bogor/ Ketua Harian Komnas FBPI 2005-2009, Bayu Krisnamurthi mengatakan Covid-19 dianggap jauh lebih berbahaya dibanding dengan flu burung yang pernah melanda pada 2003.

“Flu burung awalnya dari unggas, terjadi 2003 eskalasinya pada 2005 dan tahun itu 2005 pertengahan dari hewan ke manusia. Flu burung nggak ada apa-apanya, seluruh dunia kurang dari 1.000 kasus. Case fatality dunia 60%, Indonesia 80%, kalau kena 80% meninggal,” ujarnya saat video conference di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (10/7/2020).

Dikutip dari CNBC Indonesia, Hingga akhirnya flu burung ini selesai pada tahun 2010. Dia mengingat, hanya tersisa 1 kasus dan tidak meninggal. Ada beberapa strategi penting dalam menangani flu burung kala itu.

“Menangani penyakit, dampak sosial ekonomi dan komunikasi publik sama besar. Pada waktu menangani penyakitnya melibatkan the best brain yang ada di dunia di Indonesia juga. Ini kan sesuatu yang baru,” ujarnya.

Salah satu hal yang penting adalah bagaimana membuat komunikasi publik untuk menjangkau segenap masyarakat agar tidak membuat takut, tapi siap menghadapi ini.

“Kita susun strategi komunikasi dengan intensitas sama besarnya dibanding sisi penyakitnya. komunikasi publik luar biasa tempatnya dalam penanganan. Karena kita sadar, tanpa kesadaran dari masyarakat nggak mungkin pemerintah menangani ini sendiri,” ujarnya.

Muhammad Farhan yang kala itu menjadi Duta Tanggap Flu Burung mengatakan, flu burung yang terjadi waktu itu berhasil dimengerti oleh masyarakat dengan media yang ada. Kala itu, media yang mempengaruhi pola pikir masyarakat lebih sederhana, karena belum ada internet seperti saat ini.

“Tahun 2020 masyarakat lebih percaya apa kata grup sebelah dibanding media yang menayangkan apalagi pemerintah. Terjadi perubahan persepsi publik atas pilihan media yang digunakan,” pungkasnya.

 

Sumber : CNBC Indonesia

Share :