Home / Kriminalitas dan Hukum / Lampung / Way Kanan

Sabtu, 4 Juli 2020 - 11:14 WIB

Geger Temuan Bayi Masih Bertali Pusar di Gorong-gorong Dusun Talang Dua Pakuan Ratu

Reporter : Damiri - Kab.Lampung Utara/Way Kanan, Lampung - Dibaca : 144 kali

 

WAY KANAN, metro7.co.id – Warga Jalan Pertanian Dusun Talang Dua Kampung Pakuan Ratu, Kecamatan Pakuan Ratu, Kabupaten Way Kanan digegerkan dengan penemuan bayi berkelamin perempuan disamping gorong-gorong, diduga sengaja dibuang orang yang tidak bertanggung jawab.

Dari penuturan Monika Damayanti orang pertama kali menemukan bayi malang tersebut, sekitar pukul 23.00 Wib. Jum’at malam kemaren, dirinya mendengar ada suara tangisan bayi, ketika pukul 01 : 00 Wib dini hari ia lalu menghampiri tangisan yang tidak jauh dari rumahnya.

“Tepat digorong – gorong jalan (Gang) Pertanian nampak sosok bayi malang
ketika itu juga, akhirnya bayi tersebut saya bawa pulang kerumah,” jelas Monika.

Sekitar pukul 04 : 30, Sabtu pagi (04/07/2020), Alek orang tua Monika beserta Nasir tetangganya menghubungi Kepala Kampung (Kakam) Pakuan Ratu untuk memberitahukan ada penemuan bayi.

Masih menurut Monika, seketika itu pula, Haidir Kakam setempat menyarankan agar dibawa ke Puskesmas Pakuan Ratu.

Hardi Kepala Puskesmas Pakuan Ratu membenarkan, sekira pukul 05.00 Wib
ada beberapa warga yang datang ke puskesmas dan menyerahkan bayi tersebut.

Oleh petugas kesehatan yang bertugas di Puskesmas, langsung dilakukan pertolongan pertama pada sang bayi.

“Waktu kami menerima (bayi), kami langsung melakukan pembersihan dan penghangatan tubuhnya,” katanya.

Saat diserahkan kepihak puskesmas, tambah Hardi, bayi mungil berjenis kelamin perempuan itu masih memiliki tali pusar dan dibungkus kain.

“Kalau dilihat dari kondisinya sih, umurnya belum sehari, masih hitungan jam. Kondisi awalnya saya enggak tahu, cuma sudah dipakaikan kain,” katanya.

kini kondisi bayi sudah membaik. Pihak puskesmas pun telah memberikan pelayanan imunisasi terhadap bayi.

Rencananya bayi yang memiliki berat 2,6 kilogram dan panjang sekitar 45 cm itu, akan diadopsi oleh salah satu warga Kampung Pakuan Ratu. ***

Share :