oleh

Gerakan Smart City, Tabalong Andalkan Pemberdayaan Masyarakat dan Ekonomi Pintar

TANJUNG – Memiliki sumber daya manusia mumpuni dan kaya potensi menjadi modal awal mewujudkan Kabupaten Tabalong untuk mensukseskan gerakan smart city.

Hal itu dikatakan Bupati Tabalong, H Anang Syakhfiani saat acara penyusunan master plan yang didampingi oleh Kementrian Kominfo RI serta Pakar Smart City dari Institusi Teknologi Bandung, Kamis tadi di Gedung Informasi Tanjung.

Bupati Anang mengatakan bahwa dari gerakan smart city maka kebutuhan yang jelas dari Tabalong adalah pemberdayaan masyarakat melalui ekonomi, karena daerahnya memiliki banyaknya potensi dari sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan.

“Nah oleh sebab itu saya ingin kita melakukan lompatan besar melalui fasilitas smart city tadi, potensi yang ada ini kita kembangkan, kita bisa menjual ke luar,” ucap Anang.

Pakar Smart City dari ITB, Dedy Siswandoyo juga mengatakan bahwa smart city merupakan sebuah konsep yang membawa daerah ke dalam pengelolaan yang sistematis.

Ada enam dimensi dalam smart city yaitu Smart Governance (Pemerintahan Pintar), Smart Branding (Identitas Pintar), Smart Economy (Ekonomi Pintar), Smart Living(Pembangunan Pintar), Smart Society (Masyarakat Pintar), dan Smart Environment (Lingkungan Pintar).

“Enam dimensi ini bisa digunakan dengan memanfaatkan teknologi untuk mencapai tujuan suatu daerah,” jelas Dedy.

Dedy menambahkan bahwa dalam mengimplementasikan smart city, hal yang terpenting adalah visi dari kepala daerah untuk menunjukan prioritas dan tujuan ke depan. (metro7/amang via/gl)