Desa Membangun Negeri
Sabtu, 17 Okt 2020 19:27 WIB

Haruskah DPRD Menjadi ‘Tim Sukses’?

Reporter :  Robert Perkasa - Kab. Manggarai Barat – NTT
Editor :  M Ali Nafiah Noor

Oleh : Sil Joni *)

Para wakil publik (anggota DPRD) idealnya selalu ‘berada di Kantor’ untuk mendengar aspirasi dan memperbincangkan secara serius pelbagai isu politik krusial dan aktual yang terjadi di daerah pilihan masing-masing. Dengan itu, publik yang datang ‘membawa aspirasi’ ke kantor itu merasa bahwa mereka sedang berjumpa dan berdialog dengan para wakilnya.

Namun, dalam kenyataannya ada masa di mana para wakil itu ‘berkantor’ di kampung-kampung. Mereka ‘turun langsung’ ke Desa untuk menyerap dan merasakan secara nyata kondisi dan pelbagai problematika konkret yang dialami oleh publik-konstituennya. Intensitas dan frekuensi visitasi politik itu akan semakin tinggi ketika musim kontestasi politik seperti Pilkada digelar.

Semua anggota DPRD itu masuk dalam komposisi tim pemenangan dari Paslon yang diusung oleh partai dari anggota dewan terhormat itu. Mereka menjadi ‘pemain politik’ yang secara agresif memengaruhi opini dan persepsi publik untuk mendukung pasangan calon (paslon) favorit mereka.

Ada semacam ‘tanggung jawab moral-politik’ untuk menjalankan amanat partai yang telah memberikan dukungan politik kepada paslon tersebut. Akibatnya adalah mereka ‘rela’ tinggalkan kantor untuk bersama-sama paslon dan tim sukses lainnya bersafari dari satu titik ke titik yang lainnya di Mabar ini.

Halaman: 1 2 3 4

CLOSE