oleh

Hebat, Kabupaten Tabalong Segera Smart City

TANJUNG – Memasuki tahap evaluasi Gerakan Menuju 100 Smart City 2019, Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani paparkan hasil penyusunan smart city yang menghasilkan quick win di Balai Sudirman Jln Dr Suharjo Nomor 268 Menteng, Jakarta Selatan, Selasa, (6/11/2019).

Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani mengatakan, master plan smart city ini akan diimplementsikan untuk menjawab berbagai tantangan dan mengambil peluang dalam menghadapi rencana pemindahan ibukota baru.

Quick win yang dihasilkan dari master plan selama bimbingan teknis (bimtek) tahap I hingga IV adalah capacity building, yaitu peningkatan keterampilan masyarakat, menciptakan wirausaha baru dan Langsat Manis (Layanan Angkutan Masyarakat yang Nyaman dan Gratis).

Sementara itu, Kepala Diskominfo dan Statistik Kabupaten Tabalong, Pebriadin Hafiz, menjelaskan, hasil yang telah dipaparkan akan menjadi sebuah nilai yang nantinya akan dijadikan sebagai point-point parameter dalam penentuan lokasi dana intensif daerah.

“Kita berharap dengan segala yang sudah kita lakukan bisa maksimal hasilnya, semua dievaluasi sejak kita menyusun buku satu hingga tiga,” tutur Hapiz saat diwawancarai.

Dia juga menambahkan jika nanti akan ada evaluasi lagi, dengan diberikan kesempatan menyiapkan quick win atau program cepat yang sudah di desain, dengan melihat sejauh mana implementasi.

“Nanti akan dilihat apakah quick win itu akan memberikan dampak positif untuk masyarakat, kemudian ada pengaruh yang lain, sehingga nanti akan bisa dievaluasi secara keseluruhan,” tambahnya.

Tujuan dengan adanya smart city, untuk masyarakat Kabupaten Tabalong adalah lebih nyaman dengan enam dimensi antara lain smart economy, smart mobility, smart environment (lingkungan), smart people (kreativitas dan modal), smart living (kualitas hidup), dan smart governance (pemberdayaan dan partisipasi).

Terpisah, Nicodemus salah satu dari tim penilai 100 Smart City, menjelaskan, jika yang paling diutamakan dari smart city di daerah adalah bisa memanfaatkan teknologi informasi, karena itu harus ikuti. Jika tidak diikuti maka akan jauh tertinggal.

“Kita harus berada satu tataran dengan negara lain, quick win tidak berhenti sampai situ saja, harus dikembangkan ke lain-lain dari produk awalnya apa,” beber Nicodemus usai penilaian Evaluasi terhadap Kabupaten Tabalong. (metro7/mc).