oleh

IBI Deteksi Dini Kanker Serviks

PARINGIN – Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Balangan laksanakan pemberian pelayanan deteksi dini kanker serviks dengan IVA secara gratis, beberapa waktu lalu.
Bakti sosial ini, dilaksanakan dalam rangka memperingati usia ke-66 dan Hari Bidan Dunia tahun 2017 sekaligus pemecahan Rekor MURI, secara serentak diseluruh Indonesia. Pada Rabu (5/7/2017) lalu.
Ketua IBI Balangan Mahrita SST mengatakan, sesuai surat edaran dari pengurus IBI pusat, pada Rabu 5 Juli 2017, seluruh pengurus mulai daerah hingga ranting agar melakukan kegiatan pemberian pelayanan deteksi dini kanker serviks dengan IVA secara gratis.
Dalam kegiatan ini, Mahrita mengungkapkan, dari sembilan ranting yang tersebar di kabupaten Balangan, sebanyak 139 orang yang mendaftar untuk diperksa. Ini melebih target yang direncanakan 108 orang.
“Kegiatan ini dalam rangka memperingati HUT IBI ke 66 dan Hari Bidan Dunia tahun 2017 sekaligus pemecahn Rekor MURI,” jelas Mahrita kepada awak media.
Menurutnya, pemeriksaan deteksi dini kanker serviks dengan IVA bagi ibu-ibu sangat penting untuk mencegah kanker mulut rahim. IVA menjadi upaya pencegahan dan pengobatan secara dini. “Jika hasil pemeriksaan ada indikasi penyakit tersebut, langsung diobati,” kata Mahrita yang juga ketua panitia.
Ia menjelaskan, pemeriksaan IVA merupakan cara sederhana. Namun fungsinya sama dengan pap smear sebagai metode (screening) ginekologi. Ini merupakan pemeriksaan leher rahim (serviks).
Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui HPV penyebab kanker leher rahim, sejak dini. Pemeriksaan lebih diutamakan pada perempuan yang sudah pernah melakukan hubungan seksual.
“Bahkan perempuan yang pernah melakukan hubungan seksual selama tiga tahun dari kontak seksual pertama kali, wajib diperiksa,” tegasnya.
Mahrita memaparkan, IVA setingkat di bawah pap smear adalah tes spesifik yang digunakan untuk mendeteksi dini kanker leher rahim/kanker serviks.
“Hasilnya bisa diketahui saat itu. Meski IVA hanya berfungsi untuk pencegahan kanker serviks, namun mampu mendeteksi 90 persen kanker leher rahim tahap awal yang mungkin disembuhkan,” pungkasnya. (metro/sugi)