Home / Daerah / Kriminalitas dan Hukum

Minggu, 11 November 2018 - 13:34 WIB

Ibu Guru ini Meninggal Saat Kejar Jambret

Reporter : Koran Metro7 - Dibaca : 1 kali

Tersangka bersama barang bukti (foto:rz)

Tersangka bersama barang bukti (foto:rz)

TANJUNG – Kepala Sekolah SMP 4 Banua Lawas Hj Siti Ulfah (52) warga Sungai Rukam 1 rt 2 meninggal dunia setelah berjuang mengejar perampok yang menggasak harta miliknya.

Informasi didapat, kejadian berawal dari pulang mengajar pada Selasa (9/11/2018) tadi. Korban tak menduga akan mengalami nasib na’as ketika melintasi di kawasan Kematan Pugaan arah Kecamatan Kelua, dia tanpa curiga ada yang mengikuti dari belakang, yakni korban kurang waspada saat tangan jahat secepat kilat penjambret berhasil merampas tas miliknya berisi dompet, uang tunai dan atm.

Tak mudah menyerah begitu saja selanjutnya korban mengejar sijabret tersebut dengan berteriak teriak jambret -jambret sambil meminta bantuan warga yang melintas.

Baca Juga :  Antisipasi Kenaikan Harga, Tim Terpadu Sidak Pasar

Korban pun dengan segenap kemampuan terus mengejar jambret menggunakn sepeda motor Honda Scoopy Dinas warna miliknya.

Diduga korban kehilangan keseimbangan, sepeda Motor yang dikemudikannya oleng menabrak bak sampah beton, lalu rambu rambu lalu lintas sisi jalan dan tak dapat menyeimbangkan posisi, ahirnya korban terjatuh bersama sepeda motornya dibawah bahu jalan.

Akibat benturan keras, bagian kepala atas korban mengalami luka luka yang banyak mengeluarkan darah, selanjutnya korban dibawa ke Puskesmas Kelua untuk mendapatkan perawatan, namun tuhan berkehendak lain nyawa korban tidak tertolong, dan dinyatakan meninggal dunia.

Baca Juga :  22 Orang Diciduk Razia Gabungan

Atas kejadian tersebut jajaran kepolisian mengambil langkah cepat dan hasil penyelidikan gabungan Polres Tabalong dan Bartim, berhasil mengamankan pelaku jamret atas nama Bukhari Ridwan warga Japan 45 go Mamiring Rt 09 Kelly Tamiang Layang Kec Dusun Timur.

Pelaku tertangkap di Bartim setelah melakukan perbuatan yang sama di wilkum Polres Bartim. Tersangka mengaku melakukan pencurian diwilayah hukum Tabalong bersama dengan Samsul.

Kabag Humas Polres Tabalong, Ibnu Subroto mengatakan pelaku dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dengan ancaman diatas 6 tahun penjara

“Hasil pemeriksaan yang kami lakukan, pelaku mengakui perbuatannya, hingga korban meninggal dunia,” katanya. (metro7/rz)

Share :