Home / Covid-19 / Ogan Komering Ulu (OKU) / Sumatera Selatan

Senin, 22 Juni 2020 - 19:20 WIB

Kabupaten OKU Ikuti Lomba Inovasi Daerah Tatanan Normal Baru

Reporter : Jum’ahludi - Kab. OKU Sumatera Selatan - Dibaca : 23 kali

OKU – Asisten III Setda OKU menghadiri pengumumuan dan Penganugerahan Lomba Inovasi Daerah Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Covid-19 Bertempat di Rumah Dinas Bupati OKU Melalui Virtual di Gedung Sasana Bhakti Praja Kemendagri Jakarta, Senin (22/06/2020).

Mendagri Prof. Dr. Tito Karnavian dalam laporannya  mengatakan tim penilai terdiri dari Kementerian dan Lembaga, yaitu dari Kemendagri, Kemenkeu, Kemenkes, Pariwisata dan Ekonomi kreatif, Perdagangan, Badan Nasional Pengelola Perbatasan, BNPB, serta Gugus Tugas Covid-19.

Ada 7 sektor yang dilombakan, yaitu pasar tradisional, pasar modern, hotel, restoran, tempat pariwisata, transportasi umum, serta Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dengan jumlah total pemenang sebanyak 84. Tim penilai akan menentukan juara I, II, dan III pada masing-masing sektor yang terbagi dalam 4 klaster, yaitu klaster Provinsi, Kabupaten, Kota dan Daerah Tertinggal.

Lebih lanjut Mendagri, kriteria penilaian meliputi kesesuaian protokol Covid-19, aplikatif, ide, kreatifitas, dan kerjasama. Penilaian lomba mulai dilakukan sejak tanggal 18 Juni 2020 bertempat di aula Badan Penelitian dan Pengembangan (BPP) Kemendagri.

Gubernur, Bupati, dan Walikota pemenang pertama masing-masing sektor diundang pada acara tersebut. Selain mendapat piagam  penghargaan, setiap pemenang juga mendapatkan Dana Insentif Daerah (DID) dengan jumlah total Rp.168 milyar pada 7 sektor tersebut.

Baca Juga :  Muchdori Berikan Bekal Kesehatan pada Anggota

Pemenang pertama mendapatkan Rp.3 milyar, pemenang kedua Rp.2 milyar, dan pemenang ketiga Rp.1milyar pada setiap sektor dan masing-masing klaster. 

Adapun tujuan diselenggarakan lomba inovasi daerah adalah dalam rangka penyiapan dan rencana pelaksanaan tatanan normal baru produktif dan aman Covid-19. Selain itu juga mendorong gerakan nasional untuk membuat dan melaksanakan protokol Covid-19 dari dan oleh untuk daerah.

Diharapkan kehidupan masyarakat akan produktif kembali, dengan pra kondisi membuat simulasi secara masif oleh pemerintah Provinsi, Kabupaten dan Kota. 

Sementara itu Wakil Presiden Prof. KH. Ma’ruf Amin mengatakan saat ini seluruh dunia sedang menghadapi pandemi global  Covid-19. Hampir seluruh negara di dunia dan hampir seluruh wilayah di Indonesia mengalami dampak dari pandemi ini.

Wapres menghargai inisiatif Kemendagri untuk memperkuat kesiapan daerah memasuki  tatanan normal baru. Dalam mempersiapkan tatanan normal baru sudah tentu diperlukan inovasi yang akan menjadi kunci keberhasilan suatu daerah memasuki era produktif aman Covid-19.

Baca Juga :  Banjarmasin PSBB, Bank Kalsel Tetap Berikan Layanan Maksimal

Inovasi menjadi penting, karena  tatanan kehidupan di segala bidang kehidupan akan berubah drastis,  seluruh bidang kegiatan ekonomi akan dilaksanakan dengan cara yang sama sekali berbeda dengan sebelumnya.

Untuk itu dibutuhkan inovasi dan kreatifitas agar kegiatan ekonomi produktif tetap jalan tetapi aman Covid-19. Daerah yang akan memulai aktifitas ekonomi dalam tatanan normal baru harus dipersiapkan dengan baik, wilayahnya harus di pastikan kondusif, selain kegiatan ekonomi nya harus dijalankan dengan protokol kesehatan yang ketat.

Peraturan yang dikeluarkan oleh WHO agar tatanan normal baru produktif aman Covid-19 dapat terwujud, karena penularan virus sudah terkendali ditunjukkan dengan rasio penyebaran R.O nya dalam satu wilayah berada dibawah 1 selama 2 minggu berturut-turut.

Selain itu tersedianya layanan dan sistem kesehatan untuk menangani  Covid-19, kemampuan dan melakukan pelacakan yang ditandai dengan kecukupan jumlah pelaksanaan test. Disamping itu juga perubahan prilaku masyarakat yang tidak bisa di tawar dalam kondisi tatanan normal baru tersebut.

Turut hadir acara, OPD Terkait serta Kepala PD Pasar. ***

Reporter : Jum’ah Ahludi / Ogan Kimering Ulu (OKU) – Sumatera Selatan.

Share :