oleh

Kades Cabuli Isteri Orang, Dituntut Hanya 3 Bulan Penjara

Tamiang Layang — Kepala Desa (Kades) Pulau Patai Kecamatan Dusun Timur Barito Timur WN (55), dituntut tiga bulan kurungan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Tamiang Layang. WN didakwa telah melakukan pencabulan kepada R, wanita yang sudah bersuami dan warga Desa Pulau Patai.
Tuntutan JPU itu disampaikan dalam sidang di Pengadilan Negeri Tamiang Layang.JPU menjerat kepala desa itu dengan pasal 289 KUHP tentang poencabulan.
Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) yang juga menjabat Kasi Intel pada Kejari Tamiang Layang, Dinar Kripsiaji SH, mengungkapkan, perbuatan WN dalam kasus itu adalah memegang payudara bagian kiri R.
Atas perbuatan itulah pihaknya menuntut WN dengan pasal pencabulan dan diancam tiga bulan penjara.Terkait ringannya ancaman dari JPU, menurut Dinar, salah satu dasar yang melatarbelakangi adalah kedua belah pihak, antara WN dan R, telah melakukan perdamaian di hadapan polisi.
Namun demikian, perkara pencabulan itu tetap diproses di jalur hukum.Meski memasuki tahap tuntutan, WN tidak dikurung dalam tahanan. Disebutkan Dinar, WN ditahan, tapi status tahanannya adalah rumah.
Status itu diberikan oleh Pengadilan Negeri Tamiang Layang karena saat ini wewenangnya berada di pengadilan. Perkara pencabulan yang dilakukan WN terhadap R itu terjadi pada Senin (9/7) pagi di rumah R, Desa Pulau Patai RT 2.Kala itu, R sedang sendirian di rumah.R sedang mengepel rumah, tiba-tiba WN datang.
WN menanyakan kepada R keberadaan suaminya yang  dijawab R bahwa suaminya tidak berada di rumah. Setelah itu, WN mendekap dan meraba payudara kiri R.
Mendapat serangan mendadak tersebut, R tak terima dan berontak, hingga perbuatan nakal lainnya yang bakal dilakukan WN terhindari.
Setelah R memberitahukan suaminya tentang pelecehan yang menimpa dirinya, ia pun bersama dengan suaminya melaporkan kejadian tersebut ke Polres Bartim.
Warga masyarakat banyak yang sangat menyayangkan JPU hanya memberikan tuntutan 3 bulan penjara kepada terdakwa, padahal prilaku atas perbuatannya itu sangat memalukan sebagai aparat desa. (Metro7/M.Jaya)