Home / Kriminalitas dan Hukum / Ogan Ilir

Kamis, 25 Juni 2020 - 18:25 WIB

Kajari Ogan Ilir Proses Dugaan Pemotongan Dana PKH

Reporter : M Suhanda - Kab. Ogan Ilir, Sumatera Selatan - Dibaca : 71 kali

OGAN ILIR, metro7.co.id – Adanya dugaan pemotongan dana PKH di Kabupaten Ogan Ilir mendapat sorotan berbagai pihak termasuk aparat penegak hukum Kejari Ogan Ilir.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Ogan Ilir akan mendalami pemotongan dana Program Keluarga Harapan (PKH) yang terjadi di Kabupaten Ogan Ilir.

Menurut Kasi Intel Kejari Ogan Ilir, Efan Apturedi, Kamis (25/06) mengatakan telah menerima laporan tersebut dan saat ini sedang dilakukan pengkajian terlebih dahulu sebagai tindak lanjut terhadap pemotongan dana PKH yang saat ini sedang marak diperbincangkan.

Karena menurutnya jika benar adanya pemotongan itu sama sekali tidak dibenarkan apa pun bentuknya dan sudah masuk ke ranah perbuatan melawan hukum. Apalagi potongan itu jumlahnya dinilai tidak sedikit berkisar antara 15 hingga 25 persen sesuai pengakuan Korkab PKH Kabupaten.

Baca Juga :  Ungkap 800 Gram Selama 3 Bulan

Untuk itu dalam waktu dekat akan segera melakukan investigasi dengan memanggil pihak-pihak terkait guna dimintai keterangan. Jika memang terbukti dan menyalahi aturan yang ditentukan maka akan diberikan hukuman sesuai pasal yang berlaku.

“Yang pastinya pemotongan dana PKH itu sudah menjadi atensi dan sedang kami pelajari dan kami teliti,” ujar Efan

Menurut keterangan Kordinator Kabupaten (Korkab) PKH, Wiwin Muhawarna kepada media, Rabu (24/06) mengakui adanya potongan dana PKH oleh oknum ASM, Ketua Kelompok PKH Desa Tanjung Agung Kecamatan Indralaya.Namun, besar potongan tersebut bukan 50 persen sesuai yang ditudingnya.

Besaran potongan hanya berkisar antara 15 hingga 25 persen dari dana yang seharusnya diterima oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Baca Juga :  Sanksi Tegas Bagi Pelangar “Perda Ramadhan”

Seumpama dana yang diterima oleh KPM sebesar Rp.1jt nyatanya yang dipotong setelah dicocokan dari print out rekening koran bank yang bersangkutan hanya Rp.250 ribu.

Dan oknum ASM tersebut diakui Wiwin telah diberikan sanki tegas dengan mengundurkan diri sebagai ketua kelompok PKH desa Tanjung Agung.

Kemudian telah sepakat berdamai kepada para KPM untuk mengembalikan dana yang telah dipotong selama ini secara utuh.

Ditegaskan Wiwin, siapa pun itu tanpa terkecuali yang berani berbuat nekad melakukan ulah “nakal” dan menyimpang dari ketentuan PKH maka siap-siap untuk diberhentikan dari jabatannya.

Wiwin pun menghimbau kepada seluruh KPM kiranya jangan sekali-kali memberikan buku berikut ATM kepada siapa pun yang tidak berhak dan mengganti PIN ATM demi keamanan bersama. ***

Share :