Desa Membangun Negeri
Jumat, 21 Agu 2020 10:05 WIB

Kakek Patah Tulang Dan Reaktif Rapid Test Dibiarkan Terlantar Di RS 8 Jam

Reporter :  Ismitullah

JAKARTA, metro7.co.id – Seorang kakek berusia 87 tahun yang menderita patah tulang dan reaktif rapid test di Kendari, Sulawesi Tenggara, terpaksa mengalami penelantaran selama delapan jam dari dua rumah sakit di kota tersebut.

Kakek berinisial NM tersebut awalnya terjatuh di rumahnya dan terkilir di bagian paha. Ia kemudian dibawa ke Rumah Sakit Santa Anna pada Kamis (20/8) pagi.

Di rumah sakit tersebut, NM diperiksa dan menjalani rapid test. NM juga disarankan harus menjalani operasi akibat insiden jatuh, namun RS tersebut tak memiliki fasilitas operasi tulang.

Usai hasil rapid test NM keluar dan menunjukkan reaktif, pihak RS meminta keluarga membawa NM ke RSUD Kendari atau RSU Bahteramas.

Salah satu keluarga NM, Irfan menyebut pihak RS Santa Anna menolak merawat pasien karena mereka bukan rumah sakit rujukan Covid-19. Selain itu, disebutkan ruangan RS penuh.

Namun pihak RS Santa Anna juga menolak menggunakan ambulans mereka untuk mengantarkan NM ke RSUD Kota Kendari yang dipilih oleh pihak keluarga. “Kami malah diarahkan naik di mobil pick-up,” kata Irfan kepada wartawan.

Halaman: 1 2 3

 
CLOSE
block id 11401 site metro7.co.id1 - PC 800x220px 4x1_ Mob 414x400px 2x2