oleh

Kebersamaan Warga Desa Tampa, Anggarkan Rp 20 Juta untuk Cegah Stunting

TAMIANG LAYANG – Pemerintah Desa Tampa Kecamatan Paku kabupaten Barito Timur menggelar Rembuk Stunting Desa terkait penanganan stunting. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kantor Desa setempat, kemarin.

Kepala Desa Tampa Dubinata mengatakan, kegiatan tersebut dihadiri seluruh lembaga yang ada di Desa Tampa. Baik itu BPD, LPMD, Posyandu hingga RT dan lainya. Selain itu, ada juga dihadiri beberapa perawat dari puskesmas Paku maupun pustu.

Menurutnya, kegiatan atau acara Rembuk Stanting Desa tersebut tersebut merupakan Pramusdes Desa Tampa yang bertujuan untuk mengantisipasi adanya kasus Stunting untuk kedepan. Hal itu dikarenakan dari data pihak pemerintah Desa Tampa ada terdapat 15 orang yang di anggap terkena kasus Stunting.

“Tahun ini di anggaran perubahan kita anggarkan Rp. 9 juta, sedangkan untuk tahun depan 2020 kita akan anggarkan Rp.20 juta,” ucapnya.

Dirinya menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah yang sudah memperhatikan permasalahan stunting yang sangat erat dengan perkembangan bagi anak-anak generasi penerus bangsa.

Kegiatan tersebut ada beberapa usulan dalam rembug stunting antara lain Penyuluhan Pol Asuh Remaja melewati PIK R, Penyuluhan stunting bagi orang tua anak stunting, Penyuluhan pendeteksian dini flek anak-anak, Penambahan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Posyandu dan pembentukan Sekretariat Rumah Desa Sehat.

Menurutnya, status Gizi, Kesehatan Ibu dan Anak merupakan penentu kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Status Gizi dan kesehatan Ibu pada masa pra hamil, saat kehamilannya dan saat menyusui merupakan periode yang kritis atau yang kita kenal 1000 hari pertama kehidupan.

Periode 1000 hari pertama kehidupan ini merupakan periode yang sensitif karena akibat yang ditimbulkan terhadap bayi pada masa ini akan bersifat permanen.

Dampak buruk yang dapat ditimbulkan oleh masalah gizi pada periode tersebut dalam jangka pendek adalah terganggunya perkembangan otak, kecerdasan, gangguan pertumbuhan fisik, dan gangguan metabolisme dalam tubuh.

Sedangkan dalam jangka panjang akibat buruk yang dapat ditimbulkan adalah terjadinya Stunting, menurunnya kemampuan kognitif dan prestasi belajar, menurunnya kekebalan tubuh sehingga mudah sakit dan resiko tinggi untuk munculnya penyakit diabetes, obesitas, jantung, kanker, stroke dan disabilitas pada usia tua, serta kualitas kerja yang tidak kompetitif yang berakibat pada rendahnya produktivitas ekonomi.

Dirinya menjelaskan, masalah Gizi merupakan masalah yang kompleks, tidak semata mata karena kurangnya asupan makanan.

Banyak faktor yang menjadi penyebab masalah Gizi, baik langsung maupun tidak langsung. Masalah gizi secara langsung dipengaruhi oleh faktor konsumsi makanan dan penyakit infeksi, keduanya merupakan faktor yang saling mempengaruhi.

Sedangkan penyebab tidak langsungnya adalah ketersediaan dan pola konsumsi rumah tangga, kesehatan lingkungan dan pola asuh.

Dari hasil pendataan pihak pemerintah desa mengenai angka stunting di Desanya mencapai 15 kasus. Maka dari itu, dengan adanya rumah desa sehat nanti diharapkan kegiatan penanganan stunting bisa maksimal sehingga tidak ada lagi kasus Stunting di Desa Tampa.

“Kita pemerintah desa benar – benar konsisten dalam pencegahan Stunting. Buktinya kita tahun depan untuk kegiatan masalah pencegahan Stunting kita anggar besar yakni Rp 20 juta,” pungkas Dubinata.(metro7/budi).