oleh

Kelompok Sumber Hidup Dibantu Alat Tanam

RANTAU – Wajah-wajah anggota Kelompok Tani Sumber Hidup Desa di Timbaan, Harapan Masa tampak sumringah kemarin siang. Pasalnya kelompok ini mendapatkan bantuan 1 unit alat tanam padi atau A4P dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Tapin.
Kepada  para petani, Kepala Balai Penyuluh Pertanian Bungur Deden Abdul Wahab menjelaskan kalau alat tanam ini mempunyai keunggulan dibandingkan alat tradisional yang biasa dipergunakan oleh petani.
“Alat tanam ini bisa menanam atau menyemai sendiri padinya 4 baris, dengan diatur sendiri  ukuran tanamnya mau berapa. Ada yang berukuran 25 dikali 25 centimeter, 20 dikali 20 centimeter, hingga 30 dikali 30 centimeter,” ujar Deden.
Kelebihan lainnya, padi yang disemai sangat teratur, kata Deden. “Keunggulan lainnya, dengan alat tanam ini,  1 hektare padi yang biasanya ditanam dalam waktu 2 sampai 3 hari, dengan alat ini cukup 4 jam saja, padi sudah selesai disemai,” ujar Deden.
Jadi dengan alat ini sangat efisien dan  efektif sekali waktu semainya. Dengan alat inipun petani bisa menanam di waktu subuh, bahhak di malam hari, karena alat ini dilengkapi dengan lampu, kata Deden.
Meskipun harga alat tanam ini tergolong mahal untuk kantong petani, namun alat ini mempunyai kelebihan lain, yakni hanya membutuhkan 2 liter solar untuk menanam di 1 hektare lahan, kata Deden.
“Untuk harga 1 unit alat tanam ini mencapai Rp60 juta. Dan oleh anggota kelompok, alat tanam ini boleh dipergunakan secara bergantian nantinya, dengan tenaga operator yang sudah dilatih sebelumnya,” ujar Deden.
Dengan alat tanam ini kata Deden diharapkan petani bisa seragam dalam musim tanam tahun 2015 ini. Pasalnya Kecamatan Tapin Selatan di tahun ini merupakan satu-satunya yang menjadi wilayah gerakan penerapan pengelolaan tanam terpadu, yang dulunya dikenal dengan nama SL PTT.
Ketua Kelompok Tani Sumber Hidup Dedi Hermawan mengucapkan terima kasih atas bantuan alat tanam yang modern ini untuk kelompoknya. “Mudah-mudahan masalah kekurangan tenaga tanam padi yang ada di desa ini bisa diatasi dengan adanya alat ini,” ujar Dedi.
Sudah menjadi rahasia umum kata Dedi, untuk di wilayahnya sangat kekurangan tenaga kerja untuk menanam padi. Dengan alat ini diharapkan masalah tersebut bisa diatasi. Apalagi musim tanam tahun ini harus berbarengan untuk keseragaman tanam, panennya.
“Diharapkan dengan tanam padi yang seragam bisa meningkatkan produksi padi di desanya ini. Apalagi anggota kelompoknya ditarget untuk 1 haktare sawahnya diharapkan bisa meningkat 1 ton,” ujar Dedi.
Dan kemarin siang, operator alat tanam langsung mempraktekkan cara kerja alat tanam tersebut yang disaksikan oleh Wakil Bupati Tapin Ir Sufian Noor, Kasdim 1010 Rantau H Pahrijani, dan jajaran Dispertan Tapin, dan anggota Kelompok Tani Sumber Hidup. Metro7/Fit