Desa Membangun Negeri
Rabu, 28 Okt 2020 14:46 WIB

Kematian Sebagai Sarana Introsfeksi Diri

Reporter :  Sulfi - Kab.Lombok Timur, NTB
Editor :  M Ali Nafiah Noor

LOMBOK TIMUR, metro7.co.id – Kematian itu memang wajib dijumpai oleh setiap insan. Di mana, kapan dan waktunya tidak ada yang bisa prediksi. Kita sebagai insan, dengan begitu kita harus persiapkan bekal ibadah yang baik.

“Kita sebagai hamba Allah harus persiapkan bekal menuju akhirat, dan sebaik bekal adalah iman, amal dan taqwa kita kepada Alloh SWT,” ucap Tuan Guru Haji Muzayyin QH pada tausiyah pemakaman, Rabu (28/10/2020).

Sementara itu, anggota DPR Provinsi NTB, H Najamudin Mustafa yang juga hadir menyampaikan, apa yang dijumpai di akhirat setelah mati itu tergantung dari amalan waktu kita masih hidup. Di sini hidup hanya sementara, untuk itu persiapkan amalan yang bagus.  “Amalan baik kita siapkan untuk menuju surganya Allah SWT,” terangnya.

Menurut riwayat, sebutnya sebelum kita meninggal dunia dan dicabut nyawa kita, terlebih dahulu diperlihatkan yang bagus bila itu yang kita kerjakan baik. Tetapi lanjut Najamudin, bila yang kita lihat itu menyeramkan, maka itu pertanda amalan waktu di dunia mengerjakan yang tidak baik. “Itu memberi gambaran bahwa kita semuanya harus mengerjakan amalan yang bagus menurut tuntunan Allah dan Rasulullah SAW,” pungkasnya.

Halaman: 1 2

CLOSE
meritroyalbet güncel giriş -

holiganbet yeni adresi

-
betgaranti yeni adresi