Koran Metro7 Online

Kesbangpol Kembali Gelar Pendidikan Politik di Kecamatan Sogae’adu

NIAS, metro7.co.id – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Nias kembali menggelar pendidikan politik ke II di kecamatan Sogae’adu yang di laksanakan di Aula kantor Camat Kecamatan Sogae’adu, Kamis (4/3/2021).

Camat Sogae’adu Fatolosa Laoli pada sambutannya mengatakan bahwa, mengapresiasi dan mendukung kegiatan tesebut. “Hal ini sangat penting bagi masyarakat dan di himbau kepada seluruh peserta yang hadir saat ini agar dapat mengikuti dengan baik hingga sampai selesai,” imbuhnya.

Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Nias juga sebagai Narasumber Darwis Zendrato mengatakan pihaknya pentingnya pendidikan politik ini. “Sangat urgensi bagi kehidupan masyarakat Kabupaten Nias secara khusus, sebab kedaulatan berada di tangan rakyat, maka dari itu momen-momen pemilihan (Pemilu) agar hadir dan memberikan hak suaranya,” tuturnya.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Nias Sabayuti Gulo, menyampaikan dengan mengulas etika dan budaya politik di mana selama ini banyak masyarakat yang beranggapan bahwa politik itu hanya urusan Pemerintah dan Partai saja.

“Maka dengan melalui pendidikan politik ini, di harapkan kepada masyarakat harus mengerti tentang maksud etika politik yang berarti suatu praktik moral atau tata kelakuan dalam proses dan tindakan politik. Pada Pilkada Tahun 2019 dan 2020 kita dapat kategorikan masyarakat dalam empat aspek ketika politik  menentukan pilihannya yakni Adaptis, Pragmatis, Idealis dan Primordialis,” ungkapnya.

“Selain itu, juga mengetahui ada tiga hal budaya politik Indonesia yaitu, Parokial, Kaula dan Partisipan.” Parokial adalah masyarakat tradisional dan sederhana dalam budaya dan pemahaman politiknya rendah, perhatian masyarakat terhadap politik hanya di wilayah tempat tinggalnya, Kaula adalah pengetahuan terhadap budaya dan politik bisa di katakan tinggi, namun ke ikutsertaan mereka dalam budaya dan politik masih sangat minim dan Partisipan adalah masyarakat secara sadar dan mengerti politik dan memahami pengaruh kebijakan Pemerintah pada masyarakat serta ikut dalam berpolitik,” papar Sabayuti.[]

(Faoatulo Zai)