Desa Membangun Negeri
Minggu, 29 Nov 2020 11:48 WIB

” Ketua Araksi NTT minta polres Malaka, fokus dalam menangani masalah korupsi pengadaan Itik di malaka, bukan urus pencemaran nama baik”

Reporter :  Fabianus Bria - Kab. Malaka - NTT

Ia mengungkapkan bahwa dirinya di cerca dengan 15 pertanyaan dari penyidik, namun menurutnya pertanyaan-pertanyaan tersebut  adalah hal substansi yang tidak bisa saya jelaskan dan itu tidak mungkin saya beberkan kepada polres Malaka sebelum ada putusan ingra. sebab jika saya di minta untuk membuka hal substansi tersebut, maka polres Malaka wajib meminta keterangan dari pihak polda NTT dengan alasan bahwa kasus ini sementara di tangani oleh Polda NTT.

” Alfred baun selaku ketua Araksi menegaskan bahwa, hal substansi yang berhubungan dengan pencemaran nama baik bupati malaka dilatarbelakangi dua item masalah yakni aktor di balik masalah bawang merah dan dugaan bupati turut hadir dana cair 1,4 miliar. sehingga menurutnya dua hal yang substansi ini yang sementara di tangani oleh Polda NTT dan jika di paksakan untuk membuka, maka itu harus di buka di persidangan”, pungkasnya.

Ia menambahkan bahwa jika lewat pernyataan saya merujuk pada pribadi seseorang, maka itu hal lain.namun dalam pernyataan saya adalah dugaan terhadap bupati malaka adalah sangat berhubungan dengan tugas dan wewenang seorang pejabat kepala daerah, dan apakah itu masuk dalam kategori fitnah? pungkas Alfred.

Halaman: 1 2 3 4

 
CLOSE
Lewat ke baris perkakas